Wagub: Mahasiswa Adalah Duta Pembangunan
Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri melepas 2.714 orang mahasiswa Universitas Lampung (Unila) untuk melangsungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I tahun 2018 di enam kabupaten
Dalam kesempatan tersebut, Bachtiar berpesan kepada mahasiswa untuk menyebarkan langkah pembangunan yang telah dilakukan Pemprov Lampung, baik yang sudah rampung, sedang berjalan dan dalam tahapan perencanaan. Mahasiswa, kata Bachtiar merupakan duta pembangunan, sehingga sangat penting untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat di kabupaten.
“Banyak sekali manfaat positif dari KKN. Contohnya pembenahan tentang administrasi masyarakat desa dan pertanian yang ada,” katanya
Adapun, mahasiswa yang akan melangsungkan KKN tersebar di enam kabupaten, rinciannya, yakni di Tanggamus (1.047 mahasiswa), di Lampung Timur (721 mahasiswa),Tulang Bawang Barat (524 mahasiswa), Pringsewu (338 mahasiswa), serta Desa Binaan Lampung Selatan (28 Mahasiswa) dan Pringsewu (56 Mahasiswa).
Sebanyak 2.714 mahasiswa yang mengikuti KKN berasal dari 8 fakultas di Universitas Lampung yang terdiri dari 1143 orang laki-laki dan 1571 orang perempuan.
“Saya berkali-kali mengimbau kepada Rektor Unila agar memberikan kuota bagi putra/putri asli daerah Lampung. Akreditasi A untuk Universitas Lampung akan menjadi magnet. Oang orang berbondong bondong untuk menuju Unila,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Lampung Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin mengatakan saat ini Unilasudah mencapai prestasi yang membanggakan.
“Unila dinobatkan menjadi Perguruan Tinggi terbaik ke 18 dari 4500 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Untuk itu, para mahasiswa Unila sudah sepantasnya menunjukkan karya nyata bagi masyarakat,” ujar Hasradi.
Setiap tahunnya Unila mengirimkan 5000 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk ikut belajar dalam masyarakat selama 40 hari. Kegiatan ini masuk dalam kegiatan intrakulikuler. Mahasiswa dikirim ke masyarakat untuk ikut bereempati, bergabung hidup bersama dan mempelajati realita kehidupan dari masyarakt. Selama KKN Mahasiswa tidak diizinkan pulang selama 40 hari.
“Kelak apabila mereka menjadi pemimpin, maka mereka akan menjadi pemimpin yang mengerti akar permasalahan dalam bermasyarakat,” ujar Rektor Unila ini.
Pemerintah telah menggelontorkan ratusan triliun dana untuk membangun desa. Mahasiswa diharapkan bisa berkontribusi membantu aparat desa untuk merancang pembangunan dan membantu memecahkan permasalahan yang ada di desa.
Mat Akin juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung karena telah memberikan hibah tanah 150 hektar di Kotabaru. “Ini salah satu upaya pengembangan universitas dengan membangun kampus 2 Unila untuk Fakultas Pertanian, Fakultas Tehnik dan Fakultas MIPA. Juga akan kita bangun pusat riset holtikultura di sana,” ujar Hasriadi.(HD)