Tingkat Inflasi Kota Bandar Lampung Bulan Februari 2017
Berdasarkan hasil pemantauan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, pada bulan ini terjadi peningkatan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,38 pada bulan Januari 2017 menjadi 129,13 pada Februari. Perkembangan harga berbagai komiditi secara umum mengalami peningkatan.
Inflasi harga menjadi naik karena adanya perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,38 di bulan Januari menjadi 129,13 pada bulan Februari. Berberapa kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi sebesar 0,29 persen diantaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,12 persen; transportasi, komunikasi dan jasa keuangan di 0,12 persen; dan untuk kelompok bahan makanan besar menyumbang 0,05 persen.
Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung juga menambahkan terjadinya inflasi pada kelompok ini disebabkan oleh naiknya harga pada beberapa komoditi terutama pada bahan makanan subkelompok bumbu-bumbuan, kacang-kacangan, daging, sayur mayur, di bahan makanan jadi adanya kelompok makanan minuman jadi, Rokok dan Tembakau dan di perumahan , air, listrik, gas dan bahan bakar juga di Transportasi, komunikasi & jas keuangan.
Pada Februari 2017, dari 82 Kota yang diamati perkembangan harganya, 62 Kota IHK mengalami inflasi dan 20 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,16 persen, dan inflasi terendah dialami Ternate sebesar 0,03 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jambi sebesar 1,40 persen, deflasi terendah terjadi di Bungo sebesar 0,02 persen. Bandar Lampung dengan inflasi sebesar 0,58 persen menempati peringkat ke-3 di pulau Sumatera. (AnP)