September, Nilai Tukar Petani Lampung Naik 0,50 Persen
Badan Pengelola Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2017, mengalamikenaikan sebesar 0,50 persen.Kepala BPS Lampung, Yeane Irmaaningrum di Bandarlampung, Kamis (13/10), mengatakan, sebagian sub sektor mengalami peningkatan NTP padaSeptember 2017, kecuali hortikultura dan peternakan.Secara rinci, subsektor pertanian tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 1,72 persen, subsektor tanaman hortikultura turun sebesar 0,93 persen,subsektor tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 1,19 persen, subsektor peternakan turun sebesar 1,08 persen, subsektor perikanan tangkap naiksebesar 0,01 persen, dan subsektor perikanan budidaya naik sebesar 0,49 persen.
NTP Provinsi Lampung pada September untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 106,54, dengan rincian untuk Subsektor Padi & Palawija (NTP-P),94,92, untuk Subsektor Hortikultura (NTP-H), 104,96 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr), 116,42 untuk Subsektor Peternakan (NTP-Pt), 109,97 untuk Subsektor Perikanan Tangkap, dan 95,32 untuk Subsektor Perikanan Budidaya. “Sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar105,97,” tambah Yeane.Ia mengatakan bahwa kenaikan NTP pada September 2017 ini terjadi pada dua golongan yakni palawija dan Holtikultura utama, dengan persentasekenaikan sebesar 76,56 persen,Sedangkan, lanjutnya, dua golongan NTP lainnya yaitu tebu, dan kelapa sejauh ini masih mengalami peningkatan.
Yeane menjelaskan, kontribusi dua hasil tani tersebut sangat baik pada periode September. Dengan naiknya NTP maka akan berdapampak pada nilai expornanti.Seperti diketahui nilai impor Lampung pada periode Agustus kemarin telah turun dengan total impor Provinsi Lampung pada Agustus 2017 mencapai 24,81persen, dengan rincian ampas/sisaindustri makanan 10,73 persen; binatang hidup 7,38 persen; pupuk 3,41 persen; mesin-mesin/pesawatmekanik 1,74persen; serta besi dan baja 1,55 persen."Adapun andil impor migas terhadap total impor yaitu sebesar 66,35 persen," katanya pula.
Kepala BPS Lampung itu menjelaskan, negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Agustus 2017 menurut kelompok negara utama berasaldari Amerika Serikat sebesar 23,57juta dolar AS; Uni Emirat Arab 21,64 juta dolar AS; Kuwait 21,43 juta dolar AS, Saudi Arabia 20,47 juta dolar AS, danArgentina 13,58 juta dolar AS."Jika dilihat menurut kelompok negara, impor terbesar berasal darikelompok negara utama lainnya yang mencapai 100,70 juta dolar AS, kemudian diikutiASEAN 36,39 juta dolar AS, dan Uni Eropa 1,91 juta dolar AS," kata dia lagi. (HD)