Sekda Berharap Bambu Memiliki Blok Sendiri di Taman Hutan Rakyat

Lampung Terkini
15/12/2016 18:02:11
843
Sekda Berharap Bambu Memiliki Blok Sendiri di Taman Hutan Rakyat

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Sutono, M.M berharap bambu memiliki blok tersendiri di Taman Hutan Rakyat (Tahura), maupun di tempat konservasi lainnya. Sehingga dapat dijadikan hutan produksi dan bambu akan menjadi salah satu produk unggulan dari Lampung.

Demikian disampaikan Sutono dalam acara rapat dengan tema Menggugat Kawasan Konservasi Untuk Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat di Ruang Rapat Juwita, Whiz Prime Hotel Bandarlampung, Rabu (14/12).

Sutono menambahkan, bahwasannya pemerintah mulai meningkatkan perlindungan alam, pengawetan alam dan pemanfaatan alam. Pemanfaatan dalam artian luas yakni pemanfaatan sumber genetiknya. Misalnya mangga hutan yang asem berubah menjadi manis.

"Saya mengingat perkataan dosen saat kuliah, prof. Dr. Wini bahwa suatu hari akan banyak pemanfaatan sumber genetik dan suatu hari mangga akan menjadi produktivitas utama bagi indonesia" ujarnya.

Lampung saat ini terus berupaya, untuk mengubah kata "suatu hari" yang belum pasti dengan memberikan bukti nyata. Tujuan ini akan tercapai manakala seperti anggrek, rotan, tanaman hias, tanaman obat, palem dan lain-lain, itu semua berasal dari hutan Lampung.

Terkait dengan potensi bambu Hartono selaku pembina MAPALA menambahkan, bambu merupakan tanaman konservasi dan sumber daya lokal serta pengembangannya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

"Bambu memiliki potensi sebagai bahan kontruksi rumah, bahan kerajinan, sumber pangan, bahan baku industri, alat musik serta bahan serat pembuatan pulp dan kertas kain dengan kualitas tinggi serta masih banyak lainnya. Saat ini, di indonesia masih sedikit pemerintah yang memperhatikan bambu, seperti bandung, jogja, dan bali," ujar Dosen FISIP Unila ini.

Karena potensi, manfaat dan sifat kelebihan bambu yang menonjol maka pengembangan budidaya dan industri bambu ke depannya akan menjadi strategis dan perlu terus didorong.

Selain itu, Timbul perwakilan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menambahkan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan situs warisan alam dunia. Warisan ini harus benar-benar dijaga oleh kita semua.
"konservasi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat merupakan tantangan besar bagi kita semua serta bagaimana kita untuk mewujudkannya" ujarnya.

Dalam melakukan pemanfaatan alam, TNBBS telah memanfaatkan air sebagai energi air, pemanfaatan damar mata kucing dan adanya pemanfaatan sebagai ekowisata.

Timbul menambahkan bahwa TNBBS dapat dimanfaatkan alamnya seperti untuk praktik mahasiswa maupun bagi masyarakat sekitar yang melepaskan hewan disana untuk menghindari hewan tersebut dari kepunahan.

Sutono memberikan apresiasi kepada pemerintah dan NGO lingkungan yang telah memperjuangkan keadaan lingkungan, dimana lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kemakmuran rakyat, khususnya masyarakat Lampung.

Nampak hadir dalam acara tersebut Kepala BPLHD, Kepala Dinas Kehutanan, Dosen Fakultas Kehutanan, perwakilan DPR dan anggota NGO Lingkungan. (IP)