Rute Internasional Singapura-Lampung-Bali Tinggal Tunggu Izin Kemenhub

Lampung Terkini
02/06/2017 17:46:56
520
Rute Internasional Singapura-Lampung-Bali Tinggal Tunggu Izin Kemenhub

Pembukaan rute internasional perdana Lion Air Singapura-Lampung-Bali tinggal menunggu izin Kementerian Perhubungan dan otorita Bandara Changi Singapura. Sarana pendukung rute internasional di Bandara Radin Inten II siap mendukung rute tersebut.

"Ruang Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina sudah disiapkan. Begitu juga personilnya, tingga menunggu perintah ditugaskan ke Bandara," kata Sekretaris Provinsi Lampung Sutono, di Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan, Kamis (1/6/2017).

Para pimpinan Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina di Lampung, kata Sutono, juga telah menyampaikan langsung kesiapan operasional pendukung bandara internasional. Apalagi para personil terlatih sejak Lampung menjadi embarkasi haji antara. "Para personil Imigrasi dan Bea Cukai di Lampung itu bisa menangani rute internasional karena terlatih di Jakarta menangani jemaah haji," kata Sutono.

Kesiapan menjadi bandara internasional juga mendapat perhatian Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono saat berkunjung, Kamis (1/6/2017). Pada kunjungan ini Rini Soemarno memeriksa berbagai fasilitas Bandara, seperti terminal kedatangan, terminal keberangkatan, sarana parkir, dan lounge.

Rencananya, peresmian Bandara Radin Inten II dijadwalkan pada 17 Juli 2017, bersamaan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Lampung. Menurut Sutono, Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi meminta Presiden meresmikan statusnya menjadi internasional. "Sebelum berstatus internasional, tentu harus ada penerbangan internasional dari Lampung," kata Sutono.

 

Sejauh ini, menurut Kepala Bandara Radin Inten II Satimin, baru Lion Air yang mengajukan izin rute internasional. Rencananya, Lion Air menerbangi rute Singapura-Lampung-Bali mulai Juni 2017. Pihaknya menyediakan slot bagi Lion dan sarana pendukung lainnya. "Tinggal tunggu izin dari Kemenhub dan bandara tujuan. Di Lampung, tidak ada masalah," kata Satimin.