Rapat FORKOPIMDA Provinsi Lampung

Rapat FORKOPIMDA Provinsi Lampung

Selasa (24/03/2015) digelar rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung dan instansi vertikal dengan Forkopimda kab/kota se-Provinsi Lampung, di gedung Pusiban Pemerintah Provinsi Lampung.

Dihadiri oleh Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh Forkopimda Lampung, mulai dari kepala daerah Kab/Kota, Kapolda Lampung, Kajati Lampung, ketua KPU Lampung, Ketua Bawaslu, Kepala BNN lampung, Ketua DPRD Lampung, dan instansi vertikal.

Rapat koordinasi Forkopimda Lampung yang rutin digelar ini bertujuan mensinergikan jalannya Pemerintahan di Provinsi Lampung dan mengkoordinasikan langkah-langkah strategis kedepannya serta membahas hal-hal aktual yang sedang terjadi baik di Kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Gubernur dalam arahan dan sambutannnya menjelaskan banyak hal pada rapat koordinasi hari ini. Salah satunya adalah Lampung harus bersiap-siap menghadapi hajat besar yaitu pilkada serentak di akhir tahun nanti.

Gubernur berharap aparat hukum dan aparat pemerintahan menyiapkan daya cegah dan tangkal untuk menghadapi pilkada serentak yang akan digelar di Lampung.

"walau pilkada terasa masih lama, namun sejak dini kita siapkan langkah-langkahnya sehingga mempunyai daya cegah dan tangkal bila ada hal yang terjadi diluar prediksi."

"Jangan sampai pilkada ini menjadi bencana nasional dan menghambat jalannya pemerintahan. Karena pilkada di Lampung melibatkan separuh kabupaten/kota dan melibatkan pula setengah mata pilih yang ada di Lampung." lanjut Gubernur.

Selain itu himbauan lainnya kepada aparat pemerintahan di kabupaten/kota yang akan mengadakan pilkada ialah menjaga keamanan dan netralitas birokrasi.

Hal utama lainnya yang disampaikan Gubernur ialah mengenai narkoba, yang juga merupakan himbauan dari Pemerintah Pusat mengenai Indonesia Darurat Narkoba.

Salah satu langkah yang Gubernur ambil ialah membersihkan dahulu jajaran pemerintahan. " Sebelum bersihkan daerah, saya bersihkan jajaran terlebih dahulu dari narkoba. Bersihkan dulu badan kita sendiri, saya himbau juga kepada Bupati dan Walikota. Selain itu sosialisasi dan rehabilitasi harus diutamakan."

Gubernur juga mengingatkan bupati/walikota mengenai rumah sakit di setiap Kabupaten/Kota apakah sudah bisa menangani rehabilitasi. Gubernur menyampaikan sampai saat ini Lampung Selatan yang paling aktif menanggulangi narkoba dengan beberapa programnya.

" Saya berikan apresiasi dan terima kasih atas kebijakan Bupati Lamsel, karena sampai saat ini Lamsel termasuk yang aktif dalam penanggulangan narkoba."

Gubernur juga mengatakan bahwa ia pernah menyurati  Kabupaten/Kota untuk menganggarkan dana instalasi rehabilitasi narkoba minimal 1 miliar, dan sampai saat ini Kota Bandar Lampung paling tinggi dengan menganggarkan 1,5 miliar. Sedangkan kota dan kabupaten lainnya masih pada kisaran ratusan juta.

Selain itu mengenai kejar-mengejar percepatan infrastruktur, Gubernur juga berharap jajarannya terus melakukan koordinasi. Gubernur juga ungkapkan bahwa Ia terus melakukan koordinasi bersama Presiden Jokowi. Bahkan, diungkapkannya semalam Presiden menelpon langsung dari Jepang untuk terus menanyakan kesiapan Lampung.

Dijelaskan pula olehnya bahwa khusus infrastruktur jalan provinsi diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 4 triliun rupiah. Sampai saat ini kesanggupan provinsi ialah 1 triliun pada anggaran 2015 ini, dan akan diupayakan terus mengejar dianggaran tahun depan.

Selain itu pertemuan-pertemuan gubernur dan jajarannya bersama Kementerian dan DPR RI menunjukan hasil yang cukup baik, serta kenaikan anggaran yang signifikan dari pusat.

"Lobi yang kami lakukan di Kementerian dan DPR mendapat progres yang bagus, saat ini Lampung mendapat anggaran terbesar no 2 di Sumatera untuk infrastruktur, setelah Sumut. Kalo bisa kita nomor 1 di Sumatera." ucapnya.

Mengenai perkembangan Tol Sumatera di Lampung Gubernur sampaikan hingga kini di Lamsel baik dan lancar. Selain itu Pusat ingin 1 km pertama untuk pembuatan groundbreaking, setelah itu akan dilanjutkan bertahap. Gubernur juga menjelaskan bahwa rencananya pada bulan depan Presiden Jokowi akan meninjau dan datang langsung. Serta Kepala Bappenas akan hadir pada Musrenbang Provinsi Lampung.

Dalam arahan yang cukup padat ini Gubernur menegaskan bahwa Bandara Radin Inten II juga sudah mendapat dukungan penuh dari Kementerian.

"mengenai embarkasi haji kita kejar, kementerian juga sudah mendukung untuk menjadikan Bandara Raden Inten menjadi Bandara Internasional."

Acara selanjutnya adalah paparan dengan pemateri Kapolda Lampung, Kajati Lampung, Kepala BNN Lampung, dan Ketua KPU Lampung.

Paparan yang disampaikan Kapolda mengenai menjaga kondusifitas dan ketertiban serta menunjang pembangunan Prov Lampung. Selain itu Kajati juga menyampaikan  mengenai gambaran umum fungsi dan tugas kejaksaan serta perkara-perkara yang ada pada Kajati Lampung maupun Kajari di Kabupaten Kota.

Paparan BNN dalam rangka sosialisasi gerakan nasional rehabilitasi 100 ribu penyalah guna narkoba, Kepala BNN Lampung zulkifli menyampaikan bahwa ada 89.500 orang pengguna narkoba di Lampung, untuk itu harus ada langkah konkrit kedepannya dari berbagai lapisan.

Kepala BNN Lampung Zulkifli juga mengapresiasi langkah Gubernur yang menyurati Bupati/Walikota agar menganggarkan 1 miliar untuk instalasi rehabilitasi di setiap Kabupaten. Menurutnya itu merupakan langkah yang belum pernah dilakukan Gubernur di Provinsi lain.

Dalam kesempatan selanjutnya kepala KPU Lampung menyampaikan eksposnya mengenai tahap penyelenggaraan pilkada. Beliau juga menyampaikan bahwa kemungkinan akan ada revisi anggaran dalam pilkada serentak di Lampung. Ia juga membahas mengenai tata cara dan aturan pencalonan menjelang pilkada.

Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang melibatkan seluruh peserta yang hadir, dan diakhir acara Forkopimda menandatangani Mou mengenai komitmen penanggulangan dan gerakan rehabilitasi 100.000 penyalah guna narkoba. (RA)

Copyright Foto : Yopie