Rakor Menteri BUMN dengan Pemerintah Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Ridho Ficardo bersama Menteri BUMN Rini Soemarno adakan rapat kordinasi tertutup di Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, Senin (8/6/2015).
Rapat kordinasi yang berlangsung tertutup ini membahas percepatan program pembangunan mega proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang juga akan berintegrasi dengan proyek lainnya, mulai dari transmisi listrik, rel kereta, dan penambahan dermaga, Gubernur meyakinkan di rapat tersebut bahwa Tol Trans Sumatera harus dipercepat penyelesaiannya karna pembangunan JTTS ini akan menjadi multyplayer effect pada pertumbuhan perekonomian Lampung lainnya, yang juga akan berimbas positif ke nasional.
"Ketika infrastruktur JTTS ini terbangun, akan memberikan multyplayer effect pada perekonomian Lampung, dan ini juga akan menjadi hal yang luar biasa untuk negara." Ujar Gubernur.
Gubernur berharap unsur-unsur pemprov menjadi tuan rumah di tanah sendiri, dengan melayani bahkan membimbingi tim pusat dan bukan sebaliknya malah tim pemprov yang tertinggal pada pembangunan JTTS ini.
Pada rapat yang dipimpin langsung oleh Rini Soemarno dan Ridho Ficardo ini, disampaikan oleh Gubernur bahwa ia meminta Kementrian BUMN dan Kementrian PU-Pera "berkantor" setiap minggu di Lampung untuk percepatan pekerjaan agar sesuai target.
Menanggapi hal ini Mentri BUMN menanggapi positif ajakan ini, beliau sampaikan akan sesering mungkin Kementrian BUMN untuk mengecek ke Lapangan agar pembangunan sesuai target. Serta menurutnya sinergitas Pemprov dan Pemerintah pusat harus diperkuat yaitu dengan menyelesaikan masalah yang ada bersama-sama.
Rini jelaskan ada empat BUMN yang akan membantu pembangunan Jalan Tol ini, atas kerjasama yang baik antara Pemerintah pusat dan Pemprov ia meyakini pembangunan jalan tol akan selesai dalam 2 tahun.
Penyelesaian pembebasan lahan sendiri selesai pada desember 2015. Dalam waktu pemebebasan lahan ini juga akan dibarengi dengan pengerjaan pembangunannya dititik-titik yang telah bebas, agar cepat sesuai target
"Kita optimis target 2 tahun penyelesaiannya, sepertinya belum pernah ini terjadi," ujar Rini, Sinergitas lainnya yaitu Pemerintah pusat akan menutupi kurangnya anggaran untuk perbaikan infrastruktur yang rusak parah karna terbengkalai selama 10 tahun. (RA)
Salam
Tim Media M. Ridho Ficardo