PTPN VII Beri Santunan 4.438 Anak Yatim Â
PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII memberikan santunan kepada 4.438 anak yatim piatu yang ada di lingkungan kerja perusahaan di wilayah Lampung. Sumatera Selatan dan Bengkulu.
Pemberian satunan secara simbolis dilaksanakan pada saat Peringatan Nuzul Quran 1436 H di Masjid Baitun Nabat Komplek PTPN VII, Senin malam (6/7).
Â
Acara yang mengambil tema Nuzulul Qur'an kita jadikan Qur'an sebagai pedoman dalam aktifitas sehari-hari ini, dihadiri Direktur SDM dan Umum Budi Santoso, Direktur Keuangan Agus Riyanto, GM Distrik Wil. Lampung, Kepala Bagian, Manajer Unit Distrik Seputih,  perwakilan karyawan unit serta kantor Direksi.
Â
Dalam sambutannya Direktur SDM dan Umum Budi Santoso mengatakan, Acara ini secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya.
Â
Dengan peringatan ini mari kita jadikan Al Quran sebagai pedomanan hidup.Sikap Akhlakul karimah sangat dibutuhkan dalam setiap pergaulan, terutama dalam menjalankan tugas-tugas perusahaan. “Bila insan PTPN VII mengutamakan Akhlakul karimah maka akan menjadi insan yg terbaik dalam pergaulan" ujarnya.
Â
Dalam membangun kesejahteraan umat, Al Quran mengajarkan sikap hidup sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kita dianjurkan membayar zakat.
Â
Menurut Budi, di PTPN VII sikap sosial ini telah dan terus akan dilaksanakan, salah satunya dengan program PKBL. Kita akan terus meningkatkan kualitas program ini.
Â
Setiap tahun PTPN VII juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang ada di sekitar lingkungan perusahaan. Untuk tahun ini PTPN VII memberikan santunan kepada 4.438 orang anak yatim piatu, dari keluarga besar karyawan kantor Direksi 1.038 orang dan 3.400 bantuan dari perusahaan.
Â
Sementara penceramah Ustad Buchori Muslim dalam tausiahnya menguraikan tentang hikmah Nuzulul Quran. Proses turunnya Al Quran berbeda dengan kitab-kitab sebelum Al Quran. "Kitab kitab sebelum Al Quran diturunkan sekaligus. Berbeda dengan Al Quran diturunkan secara bertahap selama 23 tahun. Tiga belas tahun di Mekkah, dan sepuluh tahun ketika Rasulullah di Madinah, urainya.
Â
Ada 5 hikmah mengapa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap, yaitu ; pertama meneguhkan hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kedua Tantangan dan Mukjizat, ketiga Memudahkan Hafalan dan Pemahaman, keempat Relevan dengan peristiwa dan pentahapan dalam penetapan hukum, dan yang terakhir menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah, bukan manusia.
Â
Selain itu keistimewaan bulan ramadan adalah karena pada bulan itu ada malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu “lailatulqodarâ€,  terang Buchori.
Â
Buchori menjelaskan, ada enam syarat bila seseorang bisa dikatakan bertakwa. Pertama orang yang siap untuk beriman, orang yang menegakkan sholat, dan orang yang siap mendermakan sebagian Rezekinya. Di dalam Al Quran mengajarkan keseimbangan bagi kehidupan kita. Selanjutnya, urai Buchori keempat orang yang dikatakan bertaqwa adalah orang yang mau menerima ajaran Rasullah. Orang yang mau beriman pada kitab-kitab sebelum Al Quran dan orang yang percaya dengan adanya akherat.(HD)