Polinela dan Pemprov Lanjutkan Beasiswa Anak Petani

Lampung Terkini
19/09/2017 23:42:38
1581
Polinela dan Pemprov Lanjutkan Beasiswa Anak Petani
Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bersama Pemerintah Provinsi Lampung (Pemprov) kembali melanjutkan program beasiswa anak petani berprestasi.

Sebelumnya program beasiswa bagi anak petani tersebut sempat akan berhenti karena akreditas kampus. Namun, pihak pemprov kembali merevisi hal tersebut guna memajukan prestasi anak negeri.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Edi Yanto mengatakan, mahasiswa lulusan dari beasiswa anak petani akan dikembalikan didaerah asalnya untuk menjadi penyuluh pertanian. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan ilmu pertanian disetiap daerah.

"Awalnya pemprov akan memilih kampus dengan akreditasinya. Namun, saat direvisi kembali akreditas tidak mempengaruhi hasil lulusan yang memiliki prestasi lebih di bidang pertanian," katanya.

Kata dia, saat ini Gubernur Lampung membuat program percepatan pembangunan pertanian, kehutanan dan perikanan, dengan memberikan masukan, evaluasi, dan monitoring pertanian secara keseluruhan.

"Akreditasi A,B atauC tetapi fungsi dan kontribusi langsung ke pemerintah," ujarnya.

Dia menjelaskan sejak 2008, telah dilakukan kerja sama antara Pemprov Lampung, Polinela, dan Perhiptani dalam merekrut anak-anak petani berbakat yang juga tidak mampu untuk kuliah di Polinela dan mendapat beasiswa penuh sampai lulus. Menurutnya, sebagian lulusan Polinela menjadi tenaga kerja penyuluh pertanian di Provinsi Lampung.

Terpisah, Direktur Polinela, Joko SS Hartono, mengatakan status akreditasi begitu penting, agar Polinela memiliki kompetensi mengembangkan perguruan tinggi. Polinela, lanjutnya, terus mendukung dan menyedikan SDM profesional dalam membantu pembangunan Lampung.

"Meski beasiswa anak petani tetap dilanjutkan, kami tidak lantas berleha-leha kami akan terus meningkatkan akreditasi kampus  yang masih C menjadi B. Dengan adanya beasiswa tersebut tentunya kami mempunyai kesempatan dalam memperbaiki status akreditasi," katanya.(HD)