Peran Widyaiswara Ujung Tombak Peningkatan SDM
BANDARLAMPUNG - Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang diwakili Sekretaris daerah (Sekda) provinsi Lampung Ir. Arinal Djunaidi menghadiri ramah tamah dan jamuan makan malam bersama rapat kordinasi Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) se Sumatra di rumah dinas Gubernur Gedung Mahan Agung rabu malam (1911).
Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Lampung Ir. Arinal Djunaidi mewakili Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dalam sambutannya mengatakan, pertemuan ini merupakan silaturahmi dan sekaligus penyambutan kepada para Ikatan Widyaiswara Indonesia se Sumatra yang telah menyelesaikan rakor IWI dan seminar karya tulis ilmiah nasional di Provinsi Lampung, ujarnya.
Kita jalin silaturahmi, keakraban dan juga tukar pikiran demi kemajuan dalam tugas tugas kita kata Arinal di Gedung Mahan Agung.
Lanjutnya, Pemprov Lampung bangga telah mendapatkan kepercayaan sebagi tuan rumah pelaksanaan rakor IWI se Sumatra, seminar dan karya tulis, sehingga telah banyak agenda yang telah dirumuskan, jelasnya.
Menurutnya, Widyaiswara adalah motivator dalam penigkatan kompetensi dan profesionalisme, sebagai penambah wawasan para peserta dan korelasi dalam menyeimbangkan perkembangan teknologi, maka perlu adanya penigkatan SDM dalam menyongsong Undang undang Aparatur sipil Negara (ASN),bebernya.
Ya, peran Widyaiswara adalah ujung tombak dalam peningkatan SDM, peningkatan sumber tenaga fungsional, wadah pendidikan yang berkulaitas dalam menigkatkan konsolidasi dan koordinasi tambahnya.
Jika kita lihat dari segi peran Widyaiswara, tentu sudah tidak diragukan lagi dalam menigkatkan SDM yang berkompetensi dan ini telah menjadi kebutuhan mutlak , maka sejak tahun 2006 oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) telah dibatasi usia calon seseorang Widyaiswara minimal 50 tahun, paparnya.
Kami (Pemprov) berharap kegiatan ini dapat lebih menigkatkan potensi diri para Widyaiswara melalui ide ide kreatifnya selama di provinsi Lampung.
Hal menarik dalam mengunjungi wilayah tentu dapat mengenal lebih karakteristik wilayahnya katanya.
Provinsi Lampung lebih dikenal dengan khas daerah adalah Sai Bumi Ruwa jurai yang terbagi 13 kabupaten dan dua kota jika dilihat dari sisi administrasinya , dan Lampung saat ini dengan jumlah penduduk terbesar setelah Sumatra utara dengan 9 juta jiwa penduduk.
Lampung kaya akan budaya dan adat istiadat yang masih tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat dan Lampung kaya akan objek potensi wisata kata Arinal.
Sehingga komoditas utama ekspor Lampung ke kawasan Asia adalah Kopi robusta, udang beku, minyak sawit, nanas kaleng dan batu bara, tutupnya.