Pengentasan Kemiskinan Melalui KUBE di Provinsi Lampung

Lampung Terkini
06/03/2017 05:48:28
994
Pengentasan Kemiskinan Melalui KUBE di Provinsi Lampung

Dinsos Lampung (Sabtu, 4 Maret 2017) Prioritas Program Gubernur Lampung Ridho Ficardo pada dasarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung. Berkaitan dengan hal tersebut maka berbagai program prioritas yang telah; sedang maupun yang akan dilaksanakan semata-mata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Lampung. Program-program seperti insfrastruktur dibidang perhubungan, pengairan dan energi. Disamping itu dibidang kesehatan, pendidikan formal maupun non formal diupayakan bertaraf internasional. Program dibidang pertanian telah menjadikan Lampung menjadi daerah penyangga pangan nasional, demikian juga destinasi wisata diperkuat dengan fasilitas jalan dan kenyamanan yang memadai, dll.

Dibidang Kesejahteraan Sosial Gubernur Lampung mengharapkan agar penanganan masalah sosial dilaksanakan secara terpadu, berkelanjutan dan akuntabel. Sehingga permasalahan kesejahteraan sosial dapat segera berkurang populasinya.

Berdasarkan data BPS Lampung; perdesaan menjadi konsentrasi kemiskinan dimana 15,24 persen penduduknya berkategori miskin. Angka ini setara dengan 912,34 ribu jiwa. Sedangkan di perkotaan penduduk miskinnya sebanyak 10,15 persen atau 227,44 ribu jiwa.

Selama periode Maret 2016 – September 2016, baik perkotaan maupun perdesaan mengalami penurunan persentase dan jumlah penduduk miskin. Di daerah perkotaan berkurang sekitar 5,95 ribu jiwa (3,55%), sementara di daerah perdesaan berkurang sekitar 23,87 ribu jiwa (2,88%).

Berkaitan dengan harapan Gubernur dan upaya percepatan pengentasan kemiskinan menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni mengatakan bahwa khususnya dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga miskin pada tahun 2017 salah satu programnya melalui pendekatan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Berdasarkan verifikasi yang dilakukan pada tahun 2016 di daerah perdesaan telah diprogramkan sebanyak 80 KUBE masing-masing KUBE beranggotakan 10 Keluarga. Adapun alokasi program KUBE Perdesaan yakni Kabupaten Pesisir Barat 27 KUBE, Kabupaten Lampung Utara 26 KUBE dan Kabupaten Lampung Timur 27 KUBE. Sedangkan wilayah perkotaan sebanyak 50 KUBE yakni Kota Metro 30 KUBE dan Kabupaten Lampung Barat sebanyak 20 KUBE. Masing-masing KUBE dibantu modal usaha secara cas tranfer melalui rekening Bank sebanyak Rp. 20 juta. Sumber dana berasal dari Dana Dekon Kemensos RI, katanya.

Selanjutnya dikatakan oleh mantan Kadis Kominfo Provinsi Lampung bahwa pendekatan melalui KUBE dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial para kelompok miskin yakni terpenuhinya kebutuhan hidup sehari-hari, meningkatnya pendapatan keluarga, meningkatnya pendidikan, dan meningkatnya derajat kesehatan.

Selain itu, pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan dinamika kehidupan kelompok sosial, seperti: pengembangan hubungan sosial yang semakin harmonis, pengembangan kreativitas, menumbuhkan semangat kebersamaan dan kesetiakawanan sosial, meningkatkan sikap kemandirian, kemauan, dan lain-lain.
Dengan demikian anggota KUBE menjadi sumber daya manusia yang utuh dan mempunyai tanggung jawab sosial ekonomi terhadap diri, keluarga dan masyarakat serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan.

Melalui pendekatan KUBE ini Sumarju berharap kelompok sasaran mampu menggali dan memanfaatkan sumber daya alam, sosial, ekonomi, sumber daya manusia dan sumber lingkungan serta sumber-sumber lainnya yang ada di sekitarnya untuk kepentingan pengembangan potensi yang dimiliki.
Dengan pola seperti ini, mereka akan mudah mengintegrasikan sumber-sumber daya di desa/kelurahannya ke dalam kepentingan-kepentingan kelompok. Kelompok mempunyai wewenang untuk mengelola, mengembangkan, mengevaluasi dan menikmati hasil-hasilnya; pungkasnya. (Ppid-Dinsos)