Pencanangan Kampung Siaga Bencana
Provinsi Lampung termasuk daerah rawan bencana alam dengan jenis bencana yang beragam seperti tsunami, banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus hingga kebakaran. Secara nasional Provinsi Lampung merupakan daerah dengan peringkat ke 15 besar berpotensi terjadinya bencana. Demikian sambutan tertulis Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo yang dibacakan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni pada Upacara Pencanangan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan Ulang Tahun Pekon Nusawungu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu (25/4/2017) di Lapangan Pekon Nusawungu.
Selanjutnya Gubernur mengatakan bahwa guna mengatasi dan mengantisipasi berbagai bencana tersebut, Kementerian Sosial bekerjasama dengan Pemprov Lampung melakukan langkah kongkrit yakni salah satunya melalui Kampung Siaga Bencana. Mengingat hal utama dalam penanggulangan bencana adalah bagaimana menyelamatkan sebanyak mungkin manusia agar tidak menjadi korban fisik maupun nyawa. Oleh karena itu M.Ridho berharap kepada masyarakat yang terlibat dalam kegiatan KSB ini untuk mengikutinya dengan sungguh- sungguh sehingga pengetahuan dan ketrampilan yang diterima dapat diaplikasikan dalam penyelamatan masyarakat ketika terjadi bencana; katanya.
Dalam kesempatan tersebut atas nama Pemprov Lampung M.Ridho mengucapkan Dirgahayu ke 66 Pekon Nusawungu dengan teriring doa semoga dalam usia yang tidak muda lagi Pekon Nusawungu semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Pada dasarnya dengan kemajuan Pekon akan menentukan majunya Kecamatan. Demikian juga Kecamatannya maju maka Kabupatennya juga maju. Demikian juga kemajuan Kabupatem akan berdampak pada Provinsi yang lebih maju dan berdaya saing tinggi.
M.Ridho dalam kesempatan tersebut juga menguraikan keberhasilan pembangunan Provinsi Lampung selama ini; antara lain pertumbuhan ekonomi mencapai 5,15%; peningkatan produksi pertanian khususnya padi dari 3,6 juta ton GKD pada tahun 2015 meningkat 4,3 juta ton GKD pada tahun 2016. Sedangkan pada tahun 2017 ditargetkan mencapai 4,4 juta ton GKD. Infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun 2019 ditargetkan 85% dalam kondisi mantab. Percepatan pembangunan Bandara Raden Inten II menuju bandara Internasional dan ebarkasi haji penuh pada tahun 2017. Demikian juga Jalan Tol Trans Sumatera Bakauheni-Mesuji sepanjang 253 Km yang saat ini dinilai tercepat di Indonesia akan dapat dioperasionalkan pada tahun 2018.
"saya harapkan kepada peserta upacara khususnya dan masyarakat Provinsi Lampung khususnya diharapkan dapat menjaga dan memelihara hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini sehingga dengan keterbatasan anggaran dapat untuk melanjutkan rencana pembangunan yang telah ditetapkan" harap M.Ridho mengakhiri sambutannya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, Arif menginformasikan bahwa kegiatan KSB akan berlangsung dari tanggal 25 sd 27 April 2017 dengan berbagai kegiatan diantaranya informasi tentang kebencanaan dan upaya penyelamatan diri, pelatihan pemasangan tenda, dapur umum, gladi penanganan, bimbingan penanggulangan bencana anak sekolah dasar, pembentukan organisasi KSB dan diakhiri dengan bhakti sosial Tagana.
Hadir dalam upacara disamping pejabat Provinsi Lampung, Asisten Pemerintahan dan Kesra Zuhairi, Ketua Komisi IV DPRD, Rizky Raya Saputra Kabupaten Pringsewu juga nara sumber dari Kemensos RI, Suud juga para Relawan Sosial seperti Tagana, TKSK, PSM, LKS, Pendamping PKH, Sakti Peksos dan masyarakat Pekon Nusa Wungu. katanya. (Ppid-Dinsos).