Pemprov Lampung Alokasikan Anggara Bidang Kesehatan Di Atas Rata-Rata Nasional
Dalam bidang kesehatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah memberikan perhatian yang serius untuk masyarakatnya.
Hal itu terlihat dari data bahwa pemprov telah mengalokasikan Anggaran Pendatapan Belanda Daerah (APBD) sebesar 11,52 persen untuk bidang kesehatan di atas rata-rata Nasional yang hanya 10 persen.
Mewakili Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Sekretaris Daerah Sutono, mengatakan, bahwa pak Gubernur berkeyakinan membuat program kesehatan menjadi suatu hal yang penting.
Untuk itu, kata Sutono, dokter berperan penting meningkatkan kualitas kesehatan. Banyak harapan besar diberikan kepada dokter untuk menyehatkan masyarakat.
“Provinsi Lampung mengupayakan program untuk melakukan pencegahan guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Lampung,” kata Sutono, usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Ballroom Hotel Novotel, Bandarlampung, Rabu (25/10).
Dia menjelaskan dalam mencapai kesejahteraan salah satunya melalui kesehatan. Oleh karena itu, Gubernur Ridho berkeinginan generasi muda sehat jasmani, cerdas, mental spiritual, serta memiliki kepekaan sosial tinggi.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita F. Moeloek, memberikan apresiasi kepada Pemprov Lampung yang sukses menggelar Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Pasalnya, Kementerian Kesehatan memiliki program Indonesia Sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan seperti Germas.
“Terima kasih kepada pemerintah yang melaksanakan Germas dengan baik. Ini merupakan gerakan yang harus dilibatkan ke masyarakat, agar mereka sadar betapa pentingnya kesehatan,” kata Menkes Nila.
Menurut Menkes, Indonesia Sehat, memiliki tiga pilar yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan jaminan kesehatan nasional (JKN). Informasi kesehatan, menurut Menkes Nila, harus ditingkatkan karena baru sekitar 20 persen masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan.
Dia menjelaskan berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, seperti jaminan kesehatan nasional, penguatan sumber daya manusia, dan menguatkan puskesmas sebagai akses meningkatkan kualitas kesehatan. “ini merupakan sistem yang dibangun untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, juga harus diimbangi IDI dalam menempatkan distribusi tenaga kerja di puskesmas,” kata Menkes.
Ditempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI), Murdiati Umbas, menambahkan keluarga merupakan pendidikan dasar dan utama bagi anak. “Keluarga merupakan tempat pertama membentuk karakter anak. Ibu menjadi kunci utama membina anak, membentuk jiwa sosial, sehingga mampu menempatkan diri dengan baik,” kata Murdiati.
Terkait Generasi Emas Indonesia, lanjutnya, perlu menjaga kesehatan keluarga yang menghasilkan wanita sehat. “Wanita sehat akan menghasilkan ibu sehat, ibu sehat akan menghasilkan seribu hari sehat, seribu hari sehat akan menghasilkan anak sehat yang akan menjdi generasi emas Indonesia yang tangguh iptek dan imtaq,” jelasnya.
Untuk diketahui, pada Rakernas Nasional ini diikuti oleh 450 dokter dari 34 provinsi. Rakernas pertama di Lampung ini juga sebagai awal rakernas yang kondusif dan jauh dari kegaduhan, sehingga mampu memberikan manfaat bagi dokter dan masyarakat Indonesia.