Nilai Impor Lampung Meningkat 31,64 persen
Nilai impor Provinsi Lampung pada Mei 2017 mencapai US$287,78 juta mengalami peningkatan sebesar US$69,17juta atau naik 31,64 persen dibanding April 2017yang tercatat US$ 218,61 juta. Nilai impor Mei 2017 tersebut lebih tinggi US$92,19 juta atau naik 47,13
persen jika dibanding Mei2016 yang tercatat US$ 195,59 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum menuturkan bahwa kenaikan impor pada Mei 2017 ini terjadi pada limagolongan barang utama dengan prosentase kenaikan yang sangat bervariasi, yaitu kendaraan dan bagiannya naik hingga menca
pai 5.137,57 persen, gula dan kembang gula naik 220,96 persen, binatang hidup naik 7,85 persen, biji- bijian beminyak naik 2,44 persen, dan ampas/sisa industri makanan naik 0,80 persen.
"Kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Mei 2017 mencapai 49,17persen, dengan rincian sebagai berikut: gula dan kembang gula 27,43persen, binatang hidup 7,46 persen, ampas/sisa industri makanan 6,04
persen, kendaraan dan bagiannya 4,19 persen, dan biji bijian berminyak 4,05 persen. Sedangkan andil impor migas terhadap total impor yaitu sebesar 40,13persen,"ujarnya dikantor BPS Lampung, Kamis (15/6)
Negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Mei 2017 menurut kelompok negara utama berasal dari Amerika Serikat sebesar US$ 53,79 juta; Uni Emirat Arab US$ 37,87 juta, El Salvador US$26,28 juta; AustraliaUS$22,44 juta, dan Tiongkok US$17,52 juta. Jika dilihat menurut kelompok negara, impor terbesar berasal dari kelompok negara utama lainnya yaainnya yang mencapai US$ 157,91 juta, kemudian diikuti ASEAN US$ 77,58 juta dan Uni Eropa US$13,95 juta. (TK)
persen jika dibanding Mei2016 yang tercatat US$ 195,59 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum menuturkan bahwa kenaikan impor pada Mei 2017 ini terjadi pada limagolongan barang utama dengan prosentase kenaikan yang sangat bervariasi, yaitu kendaraan dan bagiannya naik hingga menca
pai 5.137,57 persen, gula dan kembang gula naik 220,96 persen, binatang hidup naik 7,85 persen, biji- bijian beminyak naik 2,44 persen, dan ampas/sisa industri makanan naik 0,80 persen.
"Kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Mei 2017 mencapai 49,17persen, dengan rincian sebagai berikut: gula dan kembang gula 27,43persen, binatang hidup 7,46 persen, ampas/sisa industri makanan 6,04
persen, kendaraan dan bagiannya 4,19 persen, dan biji bijian berminyak 4,05 persen. Sedangkan andil impor migas terhadap total impor yaitu sebesar 40,13persen,"ujarnya dikantor BPS Lampung, Kamis (15/6)
Negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Mei 2017 menurut kelompok negara utama berasal dari Amerika Serikat sebesar US$ 53,79 juta; Uni Emirat Arab US$ 37,87 juta, El Salvador US$26,28 juta; AustraliaUS$22,44 juta, dan Tiongkok US$17,52 juta. Jika dilihat menurut kelompok negara, impor terbesar berasal dari kelompok negara utama lainnya yaainnya yang mencapai US$ 157,91 juta, kemudian diikuti ASEAN US$ 77,58 juta dan Uni Eropa US$13,95 juta. (TK)