Mengubah Perilaku Hygiene dan Sanitasi Dengan Progarm STBM
BANDARLAMPUNG - Pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan dikenal dengan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). STBM mempunyai 5 pilar yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum Rumah (PAM RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung dr.Hj.Reihana.M.Kes, mengatakan, Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM RT) merupakan pengelolaan air minum di rumah tangga dan bukan sumber air. Program ini mencakup metode pengolahan dan penyimpanan yang aman dengan tujuan memperbaiki dan menjaga kualitas air secara mikrobiologis untuk keperluan air minum, produksi makanan termasuk saat memcuci muah dan sayur siap santap, air untuk memcuci peralatan makan dan air untuk keperluan lainnya seperti berkumur dan sikat gigi,ujarnya.
.jpg)
“ Ya, cakupan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Rumah Tangga di Provinsi Lampung dimana salah satu indikatornya adalah Pemanfaatan Air Bersih menunjukkan bahwa walaupun menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun tetapi masih dibawah target, untuk itu diperlukan peningkatamn pengetahuan di masyarakat hingga akhirnya ia memiliki kemauan, kemampuan dan merubah perilaku agar dapat memiliki perilaku yang memanfaatkan air bersih sesuai dengan program PAM RT (Pemanfaatan Air Minum Rumah Tangga),kata Reihana,Minggu (24/8).

Sumber Evaluasi Program Promkes dan PM Dinas Kesehatan Provinsi Lampung
Lanjutnya, mengapa diperlukan PAM RT ? karena air yang jernih belum tentu bebas kuman. Air untuk minum harus diolah terlebih dahulu dan wadah air harus bersih dan tertutup, jangan mengambil air dengan diciduk, sebaiknya simpan air minum diwadah yang berleher sempit dan memiliki keran. Air yang tidak dikelola dengan standar PAM RT dapat menimbulkan penyakit,terangnya.
Khlorin Cair
Cara menggunakan klorin cair
1. Siapkan air bersih dalam wadah
2. Takar khlorin cair pada tutup botol sesuai dengan banyaknya air yang akan diolah
- Sampai batas 5 L untuk 5 liter air
- Sampai batas 10 l untuk 10 liter air
- Sampai batas 20 L untuk 20 liter air
3. Kocok atau aduk sampai tercampur (kurang lebih 30 detik)
4. Diamkan dalam wadah tertutup minimal 30 menit
5. Air siap diminum
Pada acara Lampung Fair 2013 Stand Jajaran Kesehatan menampilkan tentang cara Khlorinisasi yaitu suatu proses pembubuhan zat klor dalam air untuk membunuh bakteri dan virus. Khlor adalah bahan kimia yang dapat menembus sel sel tubuh mikroorganisme dan dapat membuatnya mati.
Ada lima alternatif untuk dapat melaksanakan Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM RT ) yaitu Penyaringan, Khlorinisasi, Penggumpalan dan Desinfektan, Sodis (Solar Water Desinfection) dan Merebus,pungkasnya.