LPDS Lampung Lokakarya Kerusakan Lingkungan

Lampung Terkini
17/11/2015 07:00:00
1528
LPDS Lampung Lokakarya Kerusakan Lingkungan

Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) merupakan pusat pendidikan dan pelatihan jurnalistik di Jakarta yang didirikan oleh Dewan Pers akan menyelenggarakan lokakarya meliput perubahan Iklim bagi wartawan di Provinsi Lampung. Program gratis ini mendapat dukungan Kementerian Luar Negeri Norwegia serta bantuan rekan mitra lokal dari media pers daerah. Lokakarya tersebut akan diadakan pada tanggal 24 – 25 November 2015 bertempat di Hotel Novotel Bandarlampung.


Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Priyambodo RH menjelaskan Program ini merupakan rangkaian program dari LPDS dalam menyelenggarakan lokakarya wartawan meliput perubahan iklim untuk periode 2015-2016 di 12 provinsi luar jawa dan lampung berkesempatan mendapatkan lokakarya tersebut. lokakarya ini juga merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya.
 
“Pada periode 2012-2013 lokakarya telah berlangsung di 10 provinsi di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Kawasan tiga pulau besar di luar Jawa ini memiliki hutan tropis dan lahan gambut yang luas. Dalam tahun 2014 lokakarya telah dilakukan di Bandaaceh, Bengkulu, Palu, Kendari, dan Manokwari,” jelasnya.

Lanjut Priyambodo, peserta lokakarya ialah 20 wartawan media, baik wartawan media cetak, elektronik, dan on-line yang ada di Provinsi Lampung. Selain lokakarya di 12 provinsi ini, LPDS juga mengadakan dua kali travel fellowship dan satu kunjungan kawasan ke satu daerah spesifik dengan 10 wartawan dari berbagai daerah sebagai peserta.
 
“Tujuan lokakarya jurnalistik ini untuk menjadikan wartawan Provinsi Lampung mau dan mampu meliput dan melaporkan isu-isu perubahan iklim, khususnya dalam kaitan kerusakan hutan dan program REDD+ di Provinsi Lampung,” katanya.

Lebih lanjut lagi, Priyambodo menyampaikan hasil yang diharapkan dari lokakarya ini ialah setiap wartawan peserta lokakarya Provinsi Lampung lebih aktif dalam menulis feature atau artikel berkedalaman tentang perubahan iklim, khususnya mengenai kerusakan hutan, penanggulangannya lewat adaptasi, mitigasi, dan dalam kaitan proyek REDD+ di Provinsi Lampung.
 
“Para peserta diharapkan dapat menghasilkan liputan tentang perubahan iklim secara berkelanjutan yang dapat membuat masyarakat tambah sadar akan isu yang berkembang di Provinsi Lampung,” pungkasnya.(TN)