Lampung Bebas Difteri

Lampung Terkini
15/12/2017 06:13:08
649
Lampung Bebas Difteri

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung, Reihana menyatakan belum ada kasus Difteri di Provinsi Lampung. Hal inidiungkapkan dalam rangka menyikapi pemberitaan yang menyebut telah terjadi kasus kejadian luar biasa (KLB).“Alhamdulillah hingga saat ini belum ada kasus Difteri di Provinsi Lampung, dan jajaran kesehatan terus melakukan pemantauan secara ketat atas instruksiPak Gubernur,” ujar Kepala Dinkes Provinsi Lampung, Reihana menguraikan, maraknya kasus Difteri yang dilaporkan di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten, telah diantisipasioleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui kewaspadaan.“Bapak Gubernur telah memerintahkan agar jajaran kesehatan melakukan kewaspadaan terhadap penyakit Difteri, sesuai dengan Surat Edaran Menkes Nomor HK.02.01/MENKES/158/2017, dan hal tersebut telah kami tindaklanjuti dengan jalan menginformasikan kepada seluruh tim Surveilans Epidemiologibaik kabupaten/kota hingga Puskesmas,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Reihana, pada 29 Agustus 2017 kemarin Dinkes Provinsi Lampung juga telah melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan RI untuk meminta bantuan Anti Difteri Serum (ADS). “Hari ini (kemarin, red) dengan menggunakan pesawat, paket ADS sejumlah delapan vial akan di kirim keLampung sekitar pukul satu siang,” jelas dia.Berdasarkan laporan SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) terhadap kasus tersangka Difteri di Provinsi Lampung, lanjutnya, tiga kasus di tahun2015 dengan hasil pemeriksaan laboratorium negatif, satu kasus di tahun 2014 dan 2015 dengan hasil pemeriksaan laboratorium negatif, dan tidak adakasus di tahun 2016.Reihana menerangkan, Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri CorynebacteriumDiphteria. Penyakit ini sangat menular dan dapatmenyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap (dasar padabayi, lanjutan pada anak usia di bawah dua tahun, anak usia sekolah dasar (SD) sederajat.“Ciri-ciri penyakit Difteri adalah demam 38 derajatcelsius, munculnya pseudomembran putih, keabu-abuan, tidak mudah lepas dan mudah berdarah, sakitwaktu menelan, leher membengkak seperti leher sapi, akibat pembengkakan kelenjar leher serta sesak nafas,” tutupnya. (HD)