Inflansi 1,8 %, BPS Saran Pemprov Perkuat Pertanian

Lampung Terkini
31/08/2015 07:00:00
695
Inflansi 1,8 %, BPS Saran Pemprov Perkuat Pertanian

Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dolar Amerika membuat inflansi 1,08 5 di Kota Bandarlampung. Meski demikian angka Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Lampung mengalami kenaikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Adhi Wiriana menagtakan bahwa Per Juli 2015 NTP naik tipis dari 102,42 pada Juni 2015 menjadi 103,91. Jadi ada kenaikan 0,97. Lebih tinggi dibandingkan angka NTP nasional yang hanya naik 0,44 persen. Ini diakibatkan efek dari bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. "Semua harga komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan laut minus perikanan budidaya pada naik harganya," ujarnya

Diketahui, NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang harus dibayar petani. NTP menjadi indikator daya beli petani dipedesaan. Semakin tinggi NTP maa semakin kuat daya beli petani. Untuk Provinsi Lampung, pemantauan NTP dilakukan pada 12 Kabupaten.

"Untuk sektor palawija dan padi, kenaikan harga padi dan beras yang beri kontribusi. Pada sektor holtikuktura, naiknya harga cabai merah, cabai rawit, kol, terong ungu panjang, kencur dan lengkuas paling berperan. Sektor tanaman perkebunan disumbang pinang dan lada yang juga tunjukkan peningkatan grafik konsumsi."katanya.

Sementara untuk hasil expor dan impor berdasarkan Juni lalu, lampung mengalami penurunan di berbagai komoditi seperti Kopi, kakau dan biji-bijian lainya. Hal ini terjadi lantaran lesunya permintaan dari negara asing seperti Itali lantaran ekonomi dunia sedang goyang.

"Italia terbesar dalam untuk exspor kopi dari lampung, tapi sekarang kita kalah dengan vietnam meskipun luas lahan kebun kopi mereka hanya 46000:1 Juta di Indonesia. Tapi hasil dan mutu produksi kopi vietnam lebih baik karna mereka ungul bibit dan cara tanam yang baik,"terangnya.

Adhi pun meminta agar pemprov kedepan lebih memperkuat sektor pertanian dalam pembangunan daerah. Sebab 60 persen masyarakat lampung hidup dari sektor pertanian."harus fokus pada pertanian jika ingin lebih baik, dan banyak hal pertanian di lampung harus di benahi. Mulai dari bibit, pupuk, cara tanam bahkan pemasaran,"pesanya.(TN)

Sumber foto : http://obsessionnews.com