Gerbang Desa Saburai Untuk Mengurangi Tingkat Kemiskinan Desa Tertinggal
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, mengharapkan pemerintah dimasing-masing kabupaten/kota se-Lampung, bisa lebih aktif dan berperan serta membantu dalam mengentaskan kemiskinan di desa-desa tertinggal.
Pasalnya, program Gerbang Desa Saburai yang dicetuskan oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, untuk membabat habis tingkat kemiskinan dan desa tertinggal, jika tidak ada share baik itu dari anggaran dan lain sebagainya dari pemerintah kabupaten/kota, akan sangat sulit memutus mata rantai kemiskinan di desa.
“Provinsi sudah banyak menggelontorkan anggaran, untuk itu pemerintah kabupaten/kota setempat tolonglah ada bantuan anggarannya di desa yang kita tunjuk sebagai Desa Gerbang Saburai. Jika tidak ada bantuan sama sekali, kasihan juga pemprov-nya, sedangkan dana itu kan ada batasnya,” ungkap
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Lampung, Hery Suliyanto, di Hotel Horison, Bandarlampung, Selasa (5/12).
Untuk itu, dengan adanya share dari pemerintah masing-masing daerah di Lampung, manfaatnya nanti akan langsung cepat dirasakan masyarakat desa. “Pemprov sendiri setiap tahunnya terus meningkatkan anggaran gerbang desa saburai. Tiap tahun ada peningkatan luar biasa, dari Rp30 juta, Rp100 juta, Rp250 juta, hingga sekarang yang jumlahnya Rp393 juta. Artinya sinergitas antar provinsi dan kabupaten/kota musti ada,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Lampung Yuda Setiawan, menjelaskan, program gerbang desa saburai saat ini sudah memasuki tahun ke-3. “Insya Allah, tahun depan masih terus berlanjut untuk membangun desa tertinggal di diseluruh Lampung,” kata Yuda.
Yuda memaparkan, saat ini sebanyak 2535 desa di Lampung, 380 diantaranya merupakan desa tertinggal. Melihat hal tersebut, Pemprov Lampung, memberikan program pengentasan kemiskinan dan pembangunan terhadap desa tertinggal.
“Ditanggamus terdapat 100 desa tertinggal. Ke-100 desa tersebut akan menjadi fokus gerbang desa, hal ini bersinergi dengan program dari Gubernur menuju Lampung terang,” urainya.
Ia juga mengharapkan, program gerbang desa ini akan terus berkelanjutan. Untuk bisa terus berlanjut maka diharapkan tidak ada yang menciderai program ini. “Kerjakan semua yang telah kita rencanakan sesuai dengan apa yg kita harapkan, jangan ada main-main disana.
Untuk diketahui, sebagai program berkesinambungan (sustainable), Gerbang Desa Saburai di 2017 menargetkan 250 desa.
Program ini tersebar di Tanggamus sebanyak 53 desa, Pringsewu (5), Lampung Barat (18), Lampung Utara (35),Pesawaran (20), Lampung Timur (4), Lampung Tengah (7), Lampung Selatan (12), dan Mesuji (21). Kemudian,Pesisir Barat (29), Waykanan (19), Tulangbawang (15), dan Tulangbawang Barat (12).
Kegiatan ini diawasi satu fasilitator tiap desa sehingga ada 250 fasilitator yang didukung 13 koordinator wilayah dan 12 anggota Tim Pendamping Provinsi.
Tahun 2017 ini, sasaran Gerbang Desa Saburai membangun 73.046 meter jalan, 5.136 meter tembok, penahan tanah, 99 unit gorong-gorong, 21 jembatan, 16.776 meter drainase, 2.638 meter irigasi, 86 unit sanitasi lingkungan, dan satu unit penampungan ikan. Selain itu, dua unit bak sampah, 33 kantor desa, 22 posyandu, 28 los pasar, 137 sumur bor, dua ruang terbuka publik, dan program sarana air bersih dengan membangun 20 bak serta 19.429 meter pipa.