DKP Provinsi Lampung Minta Kapal Tuna Dari Menteri Susi

Lampung Terkini
07/09/2015 07:00:00
787
DKP Provinsi Lampung Minta Kapal Tuna Dari Menteri Susi

Sebagai provinsi dengan wilayah kelauatan yang luas, Lampung sangat membutuhkan kapal untuk menangkap ikan. Sebab saat ini kondisi nelayan dilampung sangat kekurangan kapal tangkap.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung, Setiato menuturkan bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu tim survei dari kementrian kelautan dan perikanan untuk pemberian kapal bantuan gratis. 
"Kita lagi menggu tim survei dari pusat datang untuk melihat kapal yang cocok dilaut lampung dan yang dibutuhkan nelayan,"ujarnya, Minggu (6/9).

Pihaknya berharap banyak bisa menerima kapal bantuan yang dicanangkan oleh pihak Kementrian Kelautan dan perikanan."Kami berharap kapalnya itu besar, karna untuk menangkap ikan tuna di Pesisir Barat,"terangnya.

Dirinya pun akan menyampaikan langsung nantinya saat rapat kordinasi dengan pihak kementrian di Jakarta."Tanggal 9 September ini kami ada rakor, nanti kami akan sampaikan kepada pihak kementrian.Mudah-mudahan bisa bertemu dengan ibu metrinya,"katanya.

Seperti diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun ini menganggarkan pengadaan 5.000 unit kapal guna memacu kinerja sektor kelautan dan perikanan. Nelayan bakal menjadi penerima terbanyak dari pengadaan ini. "Karena saat ini perairan Indonesia sudah sepi dari illegal fishing," ujar Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja, Senin, (31/9).

Pemberantasan penangkapan ikan liar adalah agenda utama Menteri Susi Pudjiastuti sejak dilantik pada Oktober 2014. Adapun anggaran total untuk program pembagian kapal gratis ini berjumlah Rp 4,7 triliun. Kapal berasal dari PT PAL dan diperkirakan pengadaannya selesai pada awal 2016. Targetnya, pada Maret-April 2016, kapal sudah bisa beroperasi. 

Sebanyak 2.500 kapal gratis dibagikan kepada nelayan. Menurut Sjarief, sebagian besar kapal berbobot 5-30 ton. Tujuannya, nelayan bisa melaut hingga 12 mil dari garis pantai.

Kapal dilengkapi dengan alat tangkap yang juga diberikan secara gratis. Alat tersedia untuk penangkapan beberapa jenis ikan dan hewan laut lain. "Supaya nelayan bisa melaut di berbagai musim. Selama ini, mereka melaut hanya pada musim tertentu saja," ucap Sjarief.

Sisa kapal lain adalah kapal angkut hasil perikanan. Diharapkan, kapal ini bisa mendistribusikan ikan sampai ke pulau-pulau kecil. KKP juga menyumbang kapal guna kebutuhan patroli laut.

KKP memprioritaskan pula pengadaan sistem rantai pendingin guna memperpanjang umur hasil tangkapan. Pada sektor hulu, pabrik pakan sebanyak 25 unit bakal didirikan dan tersebar di sentra produksi. "Untuk mengurangi ketergantungan impor," tutur Sjarief.(TN)

sumber Foto :http://www.ssf.com.tw/Templates/pic/news-001-2.jpg