Dinas Pengairan dan Pemukiman Menyiapkan Program Sumur Bor Pertanian

Lampung Terkini
11/07/2015 07:00:00
3085
Dinas Pengairan dan Pemukiman Menyiapkan Program Sumur Bor Pertanian
Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung akan membantu pencapaian target penambahan 1 juta ton gabah kering sebagai penunjang ketahanan pangan nasional. Upaya itu dengan memperbaiki saluran irigasi skunder, primer, dan tersier yang tersebar di wilayah pertanian Lampung.
 
Bahkan, pada APBD Perubahan tahun 2015, instansi ini menyiapkan program sumur bor khusus pertanian. "Pembuatan sumur bor lebih diorientasikan untuk pertanian," kata Kepala Dinas Pengairan dan Pemukiman Provinsi Lampung, Edarwan, Kamis (9/7).
 
Dia mengatakan, pada APBD Murni 2015 pengadaan sumur bor untuk pertanian masih sedikit. Karena itu, pihaknya menyusun anggaran pengadaan sumur bor. "Kalau kemarin sedikit. Kita masih fokus membuat sumur bor untuk penyediaan air bersih bagi warga di pemukiman," jelasnya.
 
Katanya, pengadaan sumur bor air bersih yang dibuat oleh Dinas Pengairan dan Pemukiman berjumlah 80 sumur. Tersebar di daerah yang sering mengalami kekeringan, seperti Kabupaten Pringsewu, Mesuji, dan Lampung Utara.
 
"Sumur bor ini dibuat untuk daerah yang rawan mendapatkan air. Kekeringan yang dialami hampir setiap tahun," kata dia.
 
Berkaitan pencapaian ketahanan pangan, dinas ini juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Dinas Pertanian, dan pemerintah kabupaten/kota.
 
Usaha yang dilakukan di lapangan, kata dia, pemberian air melalui saluran irigasi diberlakukan bergiliran. Saat ini, penyaluran air dikhususkan untuk wilayah hilir sampai akhir Juli, dan 1 Agustus pembagian diarahkan ke wilayah hulu (bagian yang lebih tinggi).
 
"Efisiensi penggunaan air berlebihan juga kurang bermanfaat untuk pertanian, makanya kita buat sistem pembagian bergilir sampai akhir tahun," kata dia.
 
Di awal tahun, lanjut Edarwan, pihaknya akan menutup pintu air waduk/bendungan, mulai Januari-April. Ini untuk menampung debit air mengantisipasi kekeringan di awal musim tanam gadu.
 
"Awal tahun kan petani masih bisa memanfaatkan air hujan untuk mengelola pertanian,ungkapnya
 
 
Sumber Foto :http://1.bp.blogspot.com