Desa Pare Rejo Kampung Siaga Bencana 2017

Lampung Terkini
04/10/2017 20:30:55
1672
Desa Pare Rejo Kampung Siaga Bencana 2017

Dengan ditandai pemukulan kentongan "doro muluk" Bupati Pringsewu Hi.Sujadi Saddat (3/10/2017) mencanangkan Desa Pare Rejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB). 

Dalam sambutannya Bupati Pringsewu mengatakan bahwa Provinsi Lampung termasuk daerah berpotensi rawan bencana alam dengan jenis bencana yang cukup beragam seperti tsunami, banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus hingga kebakaran.

Oleh karena itu kami menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Lampung dan Kementerian Sosial RI yang telah menyetujui Pekon Parerejo Kec. Gadingrejo ditetapkan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kab. Pringsewu.

"Hal utama dalam penanggulangan bencana adalah bagaimana menyelamatkan sebanyak mungkin masyarakat agar tidak menjadi korban bahkan korban jiwa" katanya

Selanjutnya Hi.Sujadi mengatakan bahwa permasalahan penanggulangan bencana sangatlah kompleks, oleh karena itu pengetahuan dan keterampilan masyarakat menjadi prioritas utama dalam mengurangi resiko bencana yang ditimbulkan terutama korban jiwa manusia. Datangnya bencana tidak dapat kita prediksi sebelumnya maka masyarakat di daerah lokasi bencana itulah yang akan menjadi pihak pertama dalam penanggulangannya, sedangkan pihak-pihak lainnya akan berperan saat pasca bencana bahkan akan terlambat datangnya karena situasi dan kondisi pada saat terjadinya bencana.

"kepada masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam Kampung Siaga Bencana ini agar betul-betul mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh karena pengetahuan dan keterampilan nantinya sangat berguna untuk menyelamatkan jiwa manusia dan meminimalisir korban" harapnya.

Sementara itu Kadis Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni sesaat setelah pencanangan KSB mengatakan bahwa atas nama Pemerintah Provinsi Lampung saya mengucapkan selamat dibentuknya Kampung Siaga Bencana (KSB) semoga Pekon Parerejo menjadi pekon yang terhindar dari segala bentuk bencana alam dan bencana sosial.

Permasalahan Penanggulangan Bencana sangatlah kompleks oleh karena itu menempatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana menjadi prioritas utama.

"Masyarakat menjadi pihak yang pertama dan utama dalam penanggulangan bencana sebelum datangnya bantuan pihak lain, karenanya kesiapsiagaan bukan saja harus disiapkan oleh Pemerintah melainkan juga masyarakat." Ungkapnya

Oleh karena itu kemampuan masyarakat perlu ditingkatkan kapasitas kesiapsiagaannya atau antisipasi.Peningkatan kapasitas masyarakat melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang memiliki kompetensi, pengorganisasian Pranata Lokal, standar operasional dan prosedur penanggulangan bencana menjadi indikator utama kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Kata mantan Kadis Kominfo Provinsi Lampung.

Menurut Kepala Bidang Linjamsos Maria Tamtina mengatakan kegiatan sebagaimana yang kita lakukan saat ini dirintis untuk dapat meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam Menghadapi bencana, melalui peran serta aktif masyarakat dengan menggunakan pendekatan/metode Community Base Disaster Management (CBDM), menempatkan masyarakat sebagai subyek dan obyek penanggulangan bencana, masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya merencanakan, melaksnakan dan mengendalikan sendiri upaya Penanggulangan Bencana.

Hadir dalam upacara pencanangan tersebut disamping pejabat Dinsos Provinsi Lampung, Asisten Pemerintahan dan Kesra Zuhairi, Nara Sumber dari Kemensos RI, Drs. Suud juga para Relawan Sosial seperti Tagana, TKSK, PSM, LKS, Korwil PKH Irpangi, para Pendamping PKH, Sakti Peksos dan masyarakat Desa Pare Rejo. (Ppid-Dinsos).