Bimbingan Motivasi Oleh Dinsos Lampung Untuk Pendamping Kube
Sejak tahun 2006, melalui Kementerian Sosial RI mencoba menyempurnakan pendekatan dan penyelenggaraan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Jika pada tahun 2005, penyaluran bantuan kepada KUBE bersifat natura, melalui perantara, top down, terpusat, tanpa pendampingan.
Pada tahun 2007, penyempurnaan program terus dilakukan melalui kerjasama dengan pihak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Salah satu perubahan nyata yang telah dilakukan adalah penyaluran bantuannya dilakukan langsung kepada KUBE dan melalui mekanisme perbankan (bekerjasama dengan PT BRI Tbk). Bantuan tidak lagi bersifat natura (barang) yang harus disediakan oleh Pemerintah Pusat melalui pihak ketiga, namun disediakan sendiri oleh anggota KUBE. Demikian arahan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni pada hari ini Kamis (22/06/2017) di Aula Dinsos Lampung.
Menurut Sumarju dari beberapa bantuan sosial untuk masyarakat miskin khususnya melalui pendekatan kelompok dengan anggota 10 orang Keluarga (miskin) hanya sedikit yang emiliki daya ungkit untuk perubahan pendapat ekonomi kekuarga. Hal tersebut mengingat lemahnya penyusunan rencana, kurang kuatnya koordinasi dan kurangnya kemampuan pemasaran. Bantuan Sosial terkesan "give and run" diberi bansos untuk selanjutnya ditinggal begitu saja; tanpa ada pendamping yang akan membantu penjualan produksinya.
"kepada para pendamping diharapkan dapat berperan secara maksimal agar terjadi peningkatan dalam ekonomi keluarga annggota Kube, bantulah dalam bidang manajemen usaha sampai kepemasaran produksinya". Katanya.
Sumarju juga memberikan restu apabila dalam pemasaran produksi Kube pihak yang memasarkan (sales) mendapatkan keuntungan sesuai yng telah disepakati bersama. Sehingga antara yang anggota Kube dengan Pendamping bersama-sama dapat memetik hasil sehingga meningkatkan pendapatannya. Pemasaran sekarang ini sudah terbuka dan mudah yaitu melalui media online, oleh karena itu silahkan masing masing Kube atau secara gabungan dapt memasarkan produknya melalui online.
Ditempat terpisah Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Perdesaan Haveana mengatakan bahwa peserta pencerahan sebanyak 62 orang pendamping, setelah selesai dilakukan pembagian tali asih atau honor pendamping. Para pendamping mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dunsos Lampung tentang pemberian tali asih yang tepat pada waktunya uni yakni menjelang hari raya idul fitri 1348 H. (Ppid-Dinsos)