Apel Siaga Tagana

Lampung Terkini
18/06/2017 01:30:30
632
Apel Siaga Tagana

Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo mengatakan bahwa sebagaimana kita ketahui bersama Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah yang rawan bencana; baik bencana alam maupun bencana sosial.
Secara alami Lampung memiliki kekayaan alam yang lengkap antara lain Gunung Berapi di tengah laut; pulau pulau kecil sebanyak 116 pulau serta bentangan pantai yang cukup panjang. Provinsi Lampung juga memiliki sungai-sungai besar juga perbukitan serta hutan yang cukup lebar. Kekayaan alam yang cukup indah dan melimpah tersebut sewaktu waktu akan menimbulkan bencana alam.

Adapun potensi bencana alam di Lampung antara lain gempa bumi, stunami, banjir bandang, puting beliung dan sebagainya.

Disamping bencana alam Lampung juga berpotensi terjadinya bencana sosial atau dikenal dengan konflik sosial. Hal tersebut mengingat Provinsi Lampung merupakan daerah dengan berbagai suku, agama, adat istiadat serta budaya. Demikian sambutan tertulis Gubernur pada Apel Siaga Tagana (17/06/2017) disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Harun Al Rasyid.

Selanjutnya dikatakan berdasarkan pendataan Polda Lampung pada tahun 2015; Provinsi Lampung terdapat 62 titik rawan konflik. Sebagai pemicu konflik yakni Polek Sosbud sebanyak 53 titik; batas wilayah 3 titik dan sumber daya alam terdapat 6 titik. Hampir semua Kabupaten/Kota terdapat titik rawan konflik. Namun yang terbanyak yakni di Kabupaten Lampung Selatan dengan 9 titik. Poleksosbud menempati 6 titik, batas wilayah 1 titik dan sumber daya alam sebanyak 3 titik. Namun yang menggembirakan tidak diketemukan potensi konflik yang disebabkan oleh SARA.

Dibidang penanganan konflik sosial Gubernur Lampung pada yahin 2016 mendapatkan penghargaan dari Presiden RI sebagai Provinsi yang tercepat dalam penanganan konfik sosial.

"Saya mengapresiasi atas diselenggaranya Apel Kesiapsiagaan Taruna Siaga Bencana pada siang hari ini" ujarnya. 

Hal tersebut mengingat kejadian bencana alam tidak dapat terdeteksi sebelumnya. Oleh karena itu TAGANA sebagai garda terdepan dalam penanganan korban bencana harus selalu siap siaga.

"Saya juga berharap Tagana selalu meningkatkan kemampuan dirinya maupun kemampuan tim dibidang shelter, logistik, dapur umum maupun psykososial; sehingga penanganan korban bencana dapat dilaksanakan secara cepat, tepat sasaran dan tepat waktu sehingga meminimalisir korban jiwa" katanya.
Disamping itu pelatihan mitigasi bencana berbasis masyarakat seperti Kampung Siaga Bencana; Tagana go to school agar lebih sering dilakukan; sehingga masyarakat memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam menghadapi bencana dan yang lebih penting lagi meminimalisir korban jiwa.

Harun Alrasyd yang juga mantan Kadis Sosial Lampung menambahkan bahwa Provinsi Lampung dibawah kepemimpinan Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo dan Wakil Gubernur Bachtiar Basri dengan visinya "Lampung maju dan Sejahtera" telah menunjukkan keberhasilan yang signifikan atara lain:

Dibidang Infrastruktur yaitu mewujudkan kemantapan jalan provinsi menjadi 85% pada th 2019.
Mendukung percepatan penyelesaian Jalan Tol Sumatera sehingga pada tahun 2018 sudah dapat dipergunakan. Disamping itu juga Bandara Radin Intan II pada bulan Juli 2017 akan diresmikan oleh Presiden RI sebagai bandara Internasional.

Sedangkan dibiidang pertanian mampu mewujudkan Lampung sebagai Lumbung Pangan Nasional yakni peningkatan produksi padi dari 3.6 juta ton GKG pada tahun 2015; meningkat menjadi 4, 3 juta ton pada tahun 2016.

Sementara itu bidang kesehatan yang telah dicapai yakni peningkatan pelayanan masyarakat dengan penambaham peralatan ALKES juga penambahan gedung sehingga diharapkan RSU Abdoel Moeloek merupakan rujukan terakhir dalam kesehatan. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat telah terbangun Rumah Sakit Bandar Negara yang merupakan Rumah Sakit Umum tanpa kelas namun pelayanan kelas VIP.

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I (pertama) tahun 2017 menempati peringkat tertinggi di Sumatra setelah Provinsi Bengkulu.

Hal tersebut sesuai dengan analisa dari Lembaga Pengkajian Daya Saing "The Asia Competiveness Institute (ACI) dan National University of Singapore (NUS) menempatkan Provinsi Lampung dalam Daya Saing pada posisi ke 14 se Indonesia. 

Peningkatan daya saing tertinggi ke 3 se Sumatera.Secara umum ACI menilai daya saing Lampung sejak tahun 2014 (awal kepemimpinan M.Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri) sampai dengan tahun triwulan I tahun 2017 naik 11 (sebelas) point. Pada tahun 2014 Lampung berada pada posisi 25 atau level terbawah di Indonesia; pada tahun 2015 berada pada posisi ke 24 sedangkan pada tahun 2016 naik ke posisi 18 dan pada triwulan I tahun 2017 berada pada posisi ke 14 se Indonesia.

Disamping itu jumlah penduduk miskin senantiasa selalu berkurang; hal tersebut tentu saja sebagai dampak dari keberhasilan pembangunan yang telah kita lakukan bersama.
Selama periode Maret 2016 – September 2016, baik perkotaan maupun perdesaan mengalami penurunan persentase dan jumlah penduduk miskin.
Di daerah perkotaan berkurang sekitar 5,95 ribu jiwa (3,55%), sementara di daerah perdesaan berkurang sekitar 23,87 ribu jiwa (2,88%). Ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni sesaat setelah selesainya Apel Tagana menginformasikan bahwa;
Apel Tagana ini bertujuan agar Tagana senantiasa selalu siaga menghadapi bencana walaupun dalam suasana apapun termasuk hari raya idhul fitri 1438 H.
Diinformasikan juga bahwa Tagana yang berdiri pada tanggal 24 Maret 2004 secara Nasional berjumlah 35.764 orang dan khusus di Provinsi Lampung sebanyak 814 orang. katanya. (Ppid-Dinsos).