659 Pompa Air Tangani Kekeringan Se-Lampung
Kemarau panjang di Provinsi Lampung menjadi penghalang petani untuk panen raya. Hal ini tentunya mengkwatirkan, sebab lampung adalah salah satu provinsi yang ditarget menjadi lumbung padi nasional.
Kadis Pertanian Lampung, Lana Rekyanti mengatakan bahwa provinsi lampung mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa pompa penyedot air.
"Iya kita dapat bantuan berupa mesin sedit air dari Kementrian Pertanian sebanyak 659 unit,"ujarnya kemarin.
Pompa air tersebut, lanjut Lana, langsung dibagikan ke 14 kabupaten kota untuk segera dilakukan pencegahaan kekeringan yang lebih parah. "Langsung kita distribusikan ke tiap kabupaten,kota. Mudah-mudahan bisa meringankan beban petani,"katanya.
Selain itu, dirinya juga meminta kepada kabupaten,kota setempat untuk lebih aktif lagi membantu penanganan kekeringan.
"Kalau bantuan dari pusat saja memang tidak cukup, harus gotongroyong juga dengan kabupaten kota."terangnya.
Dimana sebelumnya Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya meminta bantuan dari pemerintah pusat. Sebab dikabarkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan dana Rp 800 milar untuk mengatasi kekeringan nasional.
"Iya kita dapat bantuan mesin pompa penyedot air, jumlahnya ratusan untuk mengatasi kekeringan khusunya daerah persawahan petani,"ujarnya usai rapat dengan komisi II DPR RI di ruang rapat utama, kemarin.
Sebelumnya Ketua Komisi IV dari Fraksi Gerindra, Edhy Prabowo, saat dihubungi beberapa waktu lalu.Menurut Edhy, DPR telah memberikan anggaran untuk kegiatan antisipasi kekeringan, seperti pembelian pompa di sejumlah daerah. Pembelian pompa tersebut merupakan usulan dari Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air di daerah yang dinilai rawan kekeringan.
"Jumlah alokasi yang dipindahkan lebih dari Rp 800 miliar. Ada 20 ribu pompa air yang sedang dijalankan. Kita harapkan ini mengurangi dampak dari kesulitan air," kata Edhy.(TN)
Sumber foto : http://www.spi.or.id