1 Tahun Pemerintahan Gubernur - Wakil Gubernur
Gubernur - Wakil Gubernur mengakui program-programnya belumlah bisa dibilang berhasil pada satu tahun pertama kepemimpinannya, pembangunan program-program yang Pemerintah Provinsi Lampung jalankan akan terasa pada tahun-tahun kedepan karna ini merupakan proses panjang dan berkesinambungan.Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Ridho Ficardo pada ekspos refleksi satu tahun kinerja Gubernur Lampung, didampingi Wakil Gubernur Bakhtiar Basri, dan Sekda Prov Arinal Junaidi, di ruang Abung, Balai Kratun, Rabu (3/6/2015)."ini bukan kerja sebulan-dua bulan, setahun dua tahun, tapi jangka panjang, butuh dukungan berbagai pihak, atau bahkan baru lebih terasa pada estafet Gubernur selanjutnya, entah siapa nanti Gubernurnya. Ini on progres, dan nanti siap berlari kencang." ujar Gubernur optimis.
Gubernur mengakui bahwa mereka belum bisa dikatakan berhasil, karena semua masih dalam progres terutama dalam bidang infrastruktur. Sudah dianggarkan cukup tinggi namun masih pada proses, karena terhambat beberapa kendala mulai dari server rusak dan nomenklatur.Namun Gubernur meyakinkan, perbaikan infrastruktur akan segera terlaksana setelah proses-prosesnya terselesaikan dalam waktu dekat. Dan pada masa ini Pemprov akan terus meningkatkan kordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota terkait sinkronisasi penanganan jalan.
Gubernur juga menjelaskan perkembangan infrastruktur pertanian, dari mulai pembebasan lahan untuk DI Jabung, pembangunan regulating DAM dan bendungan di beberapa Kabupaten, serta memperbaika sarana prasarana irigasi dan normalisasi saluran air.Pada bidang Infrastruktur lainnya ialah pengembangan Bandar Udara Raden Inten II menjadi Bandara Internasional, pengembangan pelabuhan laut, pengembangan perkereta apian, serta pengembangan ASDP Bakauheuni yang semua adalah hasil dari proses panjang pendekatan dan kordinasi dengan Pemerintah Pusat.
Selain Infrastruktur Gubernur memaparkan berbagai upaya dalam pembangunan berkesinambungan. Mulai dari Pertanian, pariwisata Investasi serta energi dan hal-hal lainnya.Pada bidang pertanian, terus dilakukan peningkatan dan pembenahan. Diantaranya target peningkatan produksi dan pembenahan pendistribusian pupuk, bibit dan obat-obatan pertanian, juga diberikannya bantuan-bantuan alat pertanian langsung kepada petani ataupun gapoktan.
Pada ekspos yang dihadiri pejabat pemprov serta insan pers tersebut juga menjelaskan bahwa Pemprov Lampung telah menciptakan iklim investasi daerah yang kondusif melalui perizinan yang cepat dan transparan.Investasi pada bidang energi telah dilakukan MoU antara Pemprov Lampung dengan Investor dari Tiongkok Shenhua Energy Ltd, untuk kerjasama pembangunan pembangkit Listrik Tenaga Uap mulut tambang di Kabupaten Mesuji sebesar 2x350 MW.Pembangunan energi lainnya telah dilakukan percepatan pembangunan pembangkit listrik diantaranya PLTG Sribawono 100 MW , PLTG Sutami 100 MW, PLTG Labuhan Maringgai 200 MW, dan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Rajabasa, Ulu Belu dan Suoh.
Satu hal lain yang akan menjadi prioritas adalah pengembangan pariwisata terpadu, ekowisata berbasis kelestarian alam. Dan dijelaskan bahwa telah disusun Visionary Master Plan pengembangan Pariwisata Pantai Barat, serta pembicaraan-pembicaraan investasi dengan para calon investor bidang pariwisata.Jika Industri bisa menaikan 2 kali lipat pendapatan masyarkat, saya meyakini pada Pariwisata terpadu yang berbasis Ekowisata akan menaikan pendapatan masyarkat 4 kali lipat." ujar Gubernur meyakinkan.
Selain itu Pemprov juga memberikan dukungan kepada ITERA.Gubernur ibaratkan ITERA berpeluang menjadi ITB, terlebih tenaga pengajarnya berasal dari ITB. Gubernur juga telah melakukan pendekatan dengan Kemenpora terkait pembangunan area olahraga standart Nasional dengan menyiapkan lahan seluas 50 Hektar di ITERA.(RA)
Copyright Foto : Gede Setiyana
Salam
Tim Media M. Ridho Ficardo