Wapres Pantau Perkebunan dan Kopi Lampung

Lampung Terkini
10/02/2016 07:00:00
775
Wapres Pantau Perkebunan dan Kopi Lampung
Tiga hari lagi provinsi Lampung akan dikunjungi wakil Presiden RI (Wapres) Jusuf Kalla dalam kunjungan kerja (Kunker) pada, Sabtu (13/2) guna melihat sekaligus memantau di bidang sektor perkebunanan dengan komoditi kopi yang dikenal hingga mancanegara.
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Arinal Djunaidi mengatakan,  kunjungan wapres pertama ke Sai Bumi Ruwai Jurai mundur dari jadwal sebelumnya, Kamis (11/2), mengingat padatnya tugas yang lebih menjadi prioritas wapres, ujarnya.
 
“ Ya, memang awalnya rencana tanggal 11 Febuari, tapi  karena ada pelantikan gubenur di Istana Jakarta sehingga harus tertunda, karena beliau harus hadir dalam pelantikan gubernur serentak di istana negara,” kata Arinal usai mengikuti rapat persiapan kehadiran wakil Presiden di ruang rapat asisten, Senin (9/2).
 
Nantinya, kata Arinal, kunjungan yang dijadwalkan siang sampai di Lampung,  Wapres akan bertatap muka dengan para petani secara langsung dan para pengusaha. “Ya, tentu juga akan melihat bagaimana sisi produksinya akan dipantau. Wapres yang sudah dua kali menjabat orang nomorf dua di negeri ini, akan berkunjung ke PT Nestle di Panjang, karena atas perusahaan tersebut produk Lampung telah mendunia begitu pesatnya ,” tambahnya.
 
Selain itu, kunjungan Wapres juga akan didamping Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagagan Thomas Trikasih Lembong yang juga nanti akan melakukan pertemuan dengan pihak usaha kecil menengah di bidang komoditi kopi. “Yang penting kunjungan beliau ini harus bermanfat bagi Lampung dan bisa lebih memajukan komoditi hasil perkebunan dan industri,” tandasnya. 
 
Kepala Dinas Perdagangan provinsi Lampung Ferynia mengatakan, saat ini realisasi ekspor biji kopi robusta asal Lampung pada Desember 2015 mencapai 30,5 juta dolar Amerika Serikat dengan volume 12.046,3 ton."Nilai ekspor biji kopi robusta Lampung naik dari nilai ekspor pada bulan November 2015, sedangkan volumenya turun," katanya.
 
Ia menyebutkan realisasi ekspor biji kopi asal Lampung pada bulan November 2015 mencapai 14.351 ton senilai 24,4 juta dolar Amerika Serikat. Ekspor biji kopi Lampung masih terus berlangsung mengingat daerah ini merupakan penghasil biji kopi robusta terbesar di tanah air, ujarnya.
 
Selain mengekspor biji kopi robusta, Provinsi Lampung juga mengekspor biji kopi arabica meski tidak sebanyak robusta. Dalam data Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Lampung, disebutkan, ekspor biji kopi robusta daerah itu menuju beberapa negara, terutama di kawasan Eropa dan Asia, tuturnya.
 
Lampung merupakan pemasok kopi robusta terbesar di tanah air dengan produksi rata-rata 100.000-131.000 ton per tahun dengan luas areal kopi mencapai 173.670 hektare.
 
Produktivitas kopi Lampung 900 kilogram per hektare dengan sentra produksi di kabupaten Lampung Barat 65.010 hektare, Tanggamus 43.897 hektare, dan 22.594 hektare lainnya tersebar di kabupaten Waykanan, Lampung Utara, Pringsewu, dan kabupaten Pesawaran, pungkasnya. (HD)