UBL Akan Dirikan Program Doktor Manajemen dan Hukum
Universitas Bandar Lampung (UBL) akan mendirikan program doktoral atau strata tiga (S3) manajemen dan hukum. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus menjawab tantangan pendidikan tinggi ke depan.
"Jika program ini terwujud, menjadikan UBL sebagai perguruan tinggi swasa (PTS) pertama di Lampung uang membuka program studi doktoral," kata Ketua Yayasan Administrasi Lampung (YAL) Andala Rama Putra Barusman.
"Sebenarnya, rencana prodi S3 sudah dirancang lama. Tapi setelah matang, melewati pasang surut 44 tahun (berdiri), program itu diwujudkan," katanya.
Pendirian program S3 itu, kata dia, terkait dengan tuntutan dunia pendidikan di Lampung. Mengingat sudah banyak alumni atau lulusan magister hukum dan manajemen yang ingin melanjutkan pendidikan ke S3. "Jadi, nanti tak perlu jauh-jauh, cukup di UBL," katanya, Sabtu pekan lalu.
Dia menilai, UBL perlu membuka program S3 karena karena lulusannya banyak, dan lapangan kerja membutuhkan ahli di level itu. Karena itu, UBL mendesain sedemikian rupa program tersebut, mulai dari gagasan, penyusunan dan penyerahan proposal, hingga pengesahan di pusat diusahakan secepatnya.
Program ini tidak hanya untuk alumni magister UBL, kendati mereka mendapatkan prioritas. Namun, juga terbuka untuk lulusan dari perguruan tigggi lain. "Program ini terbuka untuk umum," katanya.
Andala Rama mengatakan, masuk UBL tidak mudah karena menggunakan standar untuk menghasilkan alumni yang berkualitas. Melalui seleksi penerimaan mahasiswa yang baik, mahasiswa akan merasakan manfaatnya sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka.
Upaya UBL menjaga kualitas pendidikan, menurut dia, terbukti dalam penilaian indeks perguruan tinggi BAN-PT Kemenristekdikti 2016, menempatkan UBL sebagai kampus ke-143 terbesar dari 3200 perguruan tinggi se-Indonesia.
Dia menyebutkan, UBL terus mengembangkan potensi SDM dosen, dengan target pada 2018 para dosen mayoritas lulusan S3. Saat ini dari 50 dosen S3 yang ada, dalam dua tahun ke depan, setengahnya mencapai guru besar. “Kami juga merekrut dosen dengan kualifikasi yang baik sesuai bidang ilmu yang dibutuhkan, serta dibututuhkan dunia kerja,” terangnya.
Terkait sarana prasarana lain, UBL memiliki convention hall berkapasitas 3000 tempat duduk. Kampus juga akan mendirikan sport center, salah satu terbesar di Lampung.
Rektor UBL M. Yusuf. S. Barusman, menambahkan pembukaan program S3 menjadi alternatif mereka yang akan melanjutkan pendidikan. Program ini melengkapi prodi yang ada. "Sejarah UBL sudah mencapai 44 tahun. Telah melewati masa dewasa pengelolaan organisasi," katanya.
Diakui Yusuf, pembukaan S3 karena alumni UBL lebih dari 50 ribu, bahkan lima ribu lulus S2. Karena itu, prodi S3 dibutuhkan untuk memberikan kesempatan para alumninya melanjutkan ke jejang pendidikan lebih tinggi.
Direktur Program Pascasarajana UBL, Agus Wahyudi menganggap kampusnya layak membuka S3 karena dari ketersediaan SDM dosen memiliki 50 orang doktor. Selain jumlah alumninya juga banyak, program ini juga bisa memberikan kesempatan alumni lain melanjutkan pendidikan.(HD)