​Tinjau Program PHTC 'Desaku Maju' di Pringsewu, Wagub Jihan Nurlela Tekankan Hilirisasi Pertanian Tingkat Desa

berita
15/12/2025 11:09:55
118
​Tinjau Program PHTC 'Desaku Maju' di Pringsewu, Wagub Jihan Nurlela Tekankan Hilirisasi Pertanian Tingkat Desa

Pringsewu ---- Wakil Gubernur Jihan Nurlela, meninjau langsung implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) "Desaku Maju" di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (13/12/25). 

Pekon Tambahrejo dengan luas wilayah 305 hektare dimana 150 hektare diantaranya adalah lahan persawahan, memiliki jumlah penduduk 1188 Kepala Keluarga (KK) atau 3805 jiwa. 

Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) "Desaku Maju" yang sudah dimulai sejak Juni lalu di Pekon Tambahrejo, kini telah terealisasi 100% dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kapasitas pemuda.

Adapun realisasi 4 Program Utama PHTC Desaku Maju di Pekon Tambahrejo yang digagas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meliputi:
1. ​Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 850 meter untuk mempermudah akses logistik pertanian.
2. ​Bantuan Dryer (mesin pengering padi) untuk Gapoktan guna menjaga kualitas gabah dan stabilitas harga.
3. ​Pengembangan unit usaha BUMDes yang mencakup sektor E-commerce dan konveksi (produksi tas).
4. ​Pelatihan vokasi (kelistrikan dan las) bagi 32 pemuda desa, di mana sebagian besar peserta kini sudah bekerja.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Jihan melihat secara langsung operasional fasilitas mesin pengering (dryer) dan ekosistem pendukung yang telah berjalan. Wagub Jihan mengapresiasi kinerja Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat yang telah memaksimalkan bantuan alat dari Gubernur Lampung yang disalurkan sejak Juni lalu.

​"Alhamdulillah, bantuan dari Pak Gubernur sudah membantu masyarakat dalam produksi gabah kering. Harapannya, nilai tambah ekonomi tetap berada di desa, tidak dibawa keluar. Inilah esensi dari program 'Desaku Maju', yaitu menciptakan hilirisasi di tingkat desa," ujar Wagub Jihan.

​Wagub Jihan juga menyoroti isu ketahanan pangan yang menjadi atensi khusus Presiden Republik Indonesia. Ia mengingatkan bahwa perubahan iklim dan potensi bencana dapat mengganggu stabilitas pangan dan memicu inflasi. Oleh karena itu, kemandirian pangan daerah menjadi kunci.

​"Lampung saat ini termasuk lima besar produsen gabah kering nasional. Kita terus support ekosistemnya dengan ekosistem yang mendukung, mulai dari dryer, Rice Milling Unit (RMU), hingga digitalisasinya," tambahnya.

​Lebih lanjut, Wagub Jihan meminta Perangkat Pekon untuk proaktif dalam mendukung validitas data pada dashboard sistem "Desaku Maju". Menurutnya, akurasi data sangat menentukan keberhasilan pemetaan potensi ekonomi desa.

​Selain dukungan alat mesin pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan dukungan infrastruktur berupa pembangunan jalan rabat beton untuk mempermudah akses logistik, serta pelatihan vokasi bagi masyarakat desa.

"Kita sering melihat bantuan mesin pertanian pada saat rusak, itu tidak bisa lagi digunakan karena memang tidak ada sumber daya manusianya yang bisa membetulkan. Pelatihan vokasi ini hadir untuk menstimulus para peserta vokasi,* jelasnya. 

​Wagub Jihan berharap Pekon Tambahrejo dapat menjadi desa percontohan (role model) bagi desa-desa lain di Provinsi Lampung dalam mewujudkan kemandirian ekonomi melalui program "Desaku Maju".(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).