Tingkat Hunian Hotel Berbintang Lampung Naik pada Mei 2026, Pemprov Nilai Sektor Pariwisata Terus Menguat

berita
02/07/2026 11:08:58
237
Tingkat Hunian Hotel Berbintang Lampung Naik pada Mei 2026, Pemprov Nilai Sektor Pariwisata Terus Menguat

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menyebut sektor pariwisata daerah menunjukkan tren yang positif. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya tingkat hunian hotel berbintang dan jumlah tamu yang menginap sepanjang Mei 2026, seiring semakin tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas kunjungan ke Lampung.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan hal itu berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang dirilis pada 1 Juli 2026. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Lampung pada Mei 2026 mencapai 44,38 persen, naik 1,92 poin dibandingkan April 2026 yang sebesar 42,46 persen. Jika dibandingkan dengan Mei 2025, TPK juga meningkat 1,44 poin.

"Naiknya tingkat hunian hotel berbintang menjadi indikator bahwa aktivitas pariwisata dan perjalanan di Lampung terus bergerak positif. Semakin banyak kamar hotel yang terisi menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun kegiatan pemerintahan," ujar Ganjar, Kamis (2/7/2026).

Ganjar menjelaskan, tingkat hunian tertinggi masih terjadi pada hotel berbintang 4 dan 5 yang mencapai 53,23 persen. Sementara hotel berbintang 1 dan 2 mencatat tingkat hunian 36,58 persen, sedangkan hotel berbintang 3 sebesar 40,06 persen. Di sisi lain, hotel nonbintang juga mengalami peningkatan dengan tingkat hunian mencapai 26,74 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan tingkat hunian di berbagai klasifikasi hotel menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya dirasakan hotel berbintang tinggi, tetapi juga mulai memberikan dampak kepada hotel dengan kategori lainnya.

Selain tingkat hunian, jumlah tamu yang menginap juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Selama Mei 2026, tercatat 113.309 tamu menginap di hotel berbintang di Provinsi Lampung. Jumlah tersebut terdiri atas 112.424 tamu domestik dan 885 tamu asing, meningkat 12.158 orang atau 12,02 persen dibandingkan April 2026.

"Mayoritas tamu yang menginap masih berasal dari wisatawan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa pasar wisata nusantara masih menjadi penopang utama sektor perhotelan di Lampung. Kondisi ini tentu menjadi peluang bagi daerah untuk terus meningkatkan kualitas destinasi wisata maupun pelayanan kepada wisatawan," kata Ganjar.

BPS juga mencatat seluruh kelompok hotel berbintang mengalami peningkatan jumlah tamu. Hotel bintang 1 dan 2 menerima 27.655 tamu, hotel bintang 3 sebanyak 41.018 tamu, sedangkan hotel bintang 4 dan 5 mencatat jumlah tamu terbanyak, yakni 44.636 orang. Dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikan terbesar terjadi pada hotel bintang 4 dan 5 dengan tambahan 5.736 tamu atau naik 14,75 persen.

Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada Mei 2026 tercatat 1,27 hari, sedikit lebih rendah dibandingkan April 2026 yang mencapai 1,30 hari. Rata-rata tamu asing menginap selama 2,37 hari, sedangkan tamu domestik selama 1,26 hari.

Ganjar menjelaskan, penurunan tipis rata-rata lama menginap bukan berarti aktivitas pariwisata melemah. Menurutnya, kondisi tersebut lebih mencerminkan karakter perjalanan wisatawan yang cenderung singkat, terutama untuk perjalanan bisnis, kegiatan pemerintahan, maupun wisata akhir pekan.

"Yang terpenting bukan hanya lamanya tamu menginap, tetapi meningkatnya jumlah kunjungan ke Lampung. Semakin banyak orang datang, maka semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro dan ekonomi kreatif," jelasnya.

Ia menambahkan, data statistik yang dirilis BPS menjadi salah satu acuan penting bagi Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengevaluasi perkembangan sektor pariwisata sekaligus menyusun kebijakan untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata, memperkuat promosi daerah, dan mendorong investasi di sektor jasa.

"Data ini memberikan gambaran objektif mengenai perkembangan pariwisata Lampung. Dengan mengetahui tren kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel, pemerintah dapat menyusun langkah yang lebih tepat untuk meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Ganjar.

Secara keseluruhan, meningkatnya tingkat hunian hotel dan jumlah tamu yang menginap menjadi sinyal bahwa aktivitas pariwisata di Lampung terus berkembang. Bagi masyarakat, kondisi ini membawa dampak positif berupa meningkatnya peluang usaha di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, dan ekonomi kreatif. Di sisi lain, bertambahnya kunjungan wisatawan juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).