Perkuat Konsep Green City, Gubernur Lampung Ajak P3K Paruh Waktu Tanam 1.000 Pohon di Dua Kawasan
Kota Baru — Mengakhiri tahun 2025 dengan aksi nyata kepedulian lingkungan, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan penanaman 1000 bibit pohon di kawasan Embung Kemiling Bandar Lampung dan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati), Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (31/12/2025).
Aksi ini melibatkan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang hari ini baru saja menerima SK pengangkatan. Tercatat kurang lebih 1.000 bibit pohon ditanam, yang terdiri dari 863 bibit sumbangan P3K Paruh Waktu dan 145 bibit bantuan dari Inisiator dan Pengelola Taman Kehati Ir. Ansori Djausal, M.T., Bibit pohon tersebut ditanam di dua lokasi, yakni kawasan Embung Kemiling, Bandar Lampung dan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati), Jati Agung, Lampung Selatan.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan melakukan penanaman bibit pohon secara simbolis di Taman Kehati Jati Agung.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa bangga kepada para P3K Paruh Waktu yang hadir dari seluruh penjuru Lampung. Gubernur menekankan bahwa pengangkatan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka yang telah bekerja luar biasa selama belasan tahun.
"Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan. Penanaman pohon hari ini adalah simbol syukur. Saya berharap setiap pohon yang Bapak Ibu tanam menjadi saksi pengabdian dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang, sebagaimana dedikasi Bapak Ibu dalam membangun SDM Lampung," ujar Gubernur.
Sekdaprov juga menekankan bahwa penanaman ini adalah bagian dari visi besar Gubernur dalam membangun pondasi Kota Baru. Sekdaprov menjelaskan bahwa di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah menggunakan opsi kreatif agar pembangunan tetap berjalan tanpa membebani APBD secara berlebihan.
"Pak Gubernur telah memberikan lahan kepada instansi vertikal seperti Polda dan Kodam masing-masing puluhan hektar. Kita bisa bayangkan nanti di sini akan mulai ramai, ekonomi tumbuh, bahkan pedagang bakso dan pecel lele akan banyak di sini. Inilah konsep kemandirian pembangunan yang sedang kita kembangkan," ujar Sekdaprov.
Sekdaprov juga menambahkan bahwa aksi menanam ini adalah investasi masa depan.
"Pohon jengkol, cempaka, dan kemiri yang kita tanam hari ini adalah nawaitu kita untuk berguna bagi sesama. 5 hingga 10 tahun lagi, Bapak Ibu bisa bercerita kepada anak cucu tentang pohon yang ditanam hari ini." ujar Sekdaprov
Melengkapi hal tersebut, Inisiator dan Pengelola Taman Kehati, Ir. Ansori Djausal, M.T., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Taman Kehati sangat strategis. Sebagai pusat konservasi flora langka seluas 25 hektar, penanaman ini memperkuat fungsi kawasan sebagai paru-paru hijau sekaligus benteng keanekaragaman hayati Lampung agar tidak punah. Ia mengapresiasi pemerintah yang tetap konsisten menjaga konsep Green City di Kota Baru.
Pada waktu yang sama, Asisten Administrasi Umum, Sulpakar, memimpin aksi penanaman pohon di kawasan Embung Kemiling di Bandar Lampung. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga resapan air dan kelestarian lingkungan di wilayah perkotaan.
Sulpakar menyampaikan bahwa gerakan ini mengingatkan aparatur bahwa membangun daerah tidak selalu identik dengan beton.
"Pohon yang kita tanam hari ini mungkin terlihat kecil, namun kelak akan memberi manfaat besar bagi masa depan Lampung yang berkelanjutan. Ini adalah wujud syukur atas amanah yang telah dipercayakan kepada kita semua," pungkasnya. (Diskominfotik Provinsi Lampung)