Pemprov Lampung Raih Penghargaan Anugrerah Parahita Ekapraya Tingkat Utama
Provinsi Lampung selama tiga (3) tahun berturut turut meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Utama, demikian juga pada tahun 2016. Penghargaan bergengsi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, kepada Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Dewi Budi Utami di istana Wakil Presiden, Rabu (21/12).

Informasi Dewi yang disampaikan kepada kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung Sumarju Saeni, penilaian APE adalah Indeks Pembangunan Gender (IPG). IPG diukur dari empat indikator yaitu angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, dan pendapatan berdasarkan daya beli masyarakat.
Disamping Provinsi Lampung, penghargaan serupa juga diberikan kepada Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Banten dan Sulawesi Selatan. Juga 12 Kementerian/Lembaga dan 84 Pemerintah Kabupaten/Kota. Penghargaan APE diselenggarakan pada setiap dua tahun, tuturnya.
Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam arahannya mengatakan, penghargaan terhadap perempuan di Indonesia lebih baik jika dibandingkan di Amerika Serikat. Sebab, hak-hak perempuan di Indonesia dalam berpolitik dijamin secara penuh. Menurut dia, peranan perempuan semakin besar dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.
“Amerika kita tahu semua baru saja ada pemilihan umum dan calon perempuan sekali lagi tidak bisa menjadi Presiden. Di Indonesia, kita sudah pernah mempunyai Presiden perempuan dan Gubernur perempuan,” kata Wapres.
Tak hanya menduduki orang nomor satu di tingkat pusat maupun daerah, penghargaan terhadap perempuan juga diimplementasikan dalam kabinet.
“Setidaknya, ada 24 persen perempuan yang duduk di kursi kabinet saat ini,” kata Wapres.
Wapres mendorong agar peranan perempuan dalam pemerintahan semakin ditingkatkan, terutama dalam hal menduduki posisi-posisi strategis di daerah.
“Sayang, Gubernur sekarang enggak ada perempuan, wakil gubernur ada perempuan, bupati banyak juga walikota. Tentu dibutuhkan lebih banyak lagi upaya untuk mendorongnya,” ujarnya.
Menteri PPPA Yohana Yembise mengatakan bahwa APE diberikan dalam rangka pengakuan dari pemerintah pusat pada pemerintah daerah yang telah melaksanakan pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“APE yang telah diberikan menjadi wahana untuk mengevaluasi dan mengukur kemajuan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia. APE memberikan gambaran nyata apa yang telah dilakukan di tingkat nasional dan daerah,” kata Menteri PPPA, Yohana Yembise. (IP)