Pemprov Lampung dan Polda Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Tahun Baru 2026 Serta Sebagai Wujud Solidaritas bagi Korban Bencana Sumatera
Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 dan aksi solidaritas bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera.
Kegiatan yang mengusung tema "Harmoni Doa Lintas Agama: Dari Indonesia untuk Sumatera Bangkit" ini berlangsung khidmat di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, Senin (29/12/2025).
Hadir mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Ketua FKUB Provinsi Lampung Prof. Dr. H. Muhammad Bahrudin, serta jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama.
Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar batin dan spiritual masyarakat Lampung untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan menjelang pergantian tahun.
"Kegiatan ini mencerminkan toleransi dan kerukunan umat beragama yang menjadi kekuatan bangsa, khususnya di Provinsi Lampung. Di tengah dinamika tantangan bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, kita berkumpul untuk memberikan empati serta dukungan moral," ujar Kapolda.
Kapolda juga menegaskan bahwa Polda Lampung bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi Lampung terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam, terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Upaya ini meliputi pemetaan daerah rawan, penyiagaan personel, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
"Kami mengimbau masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dengan cara yang sederhana dan bermakna. Hindari penggunaan petasan atau perayaan berlebihan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung, Prof. Dr. H. Muhammad Bahrudin, menjelaskan bahwa teknis doa bersama ini dilaksanakan dengan merujuk pada Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2005.
"Doa dilaksanakan secara bergantian menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Ini adalah bentuk 'senjata' spiritual umat beriman. Kita memohon agar ke depan Lampung dan Indonesia selalu dilindungi dari marabahaya," ungkap Bahrudin.
Prosesi doa dipimpin secara berurutan oleh perwakilan umat Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan diakhiri dengan doa secara Islam. Seluruh peserta tampak khusyuk mengikuti jalannya kegiatan sebagai simbol persatuan dan rasa kemanusiaan terhadap korban bencana banjir serta tanah longsor di wilayah Sumatera.
Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, melakukan introspeksi diri, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi cuaca ekstrem guna mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif. (Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung).