NTP Lampung Mei 2026 Naik Menjadi 128,01, Kesejahteraan Petani Terus Menguat

berita
05/06/2026 22:26:41
312
NTP Lampung Mei 2026 Naik Menjadi 128,01, Kesejahteraan Petani Terus Menguat

Bandar Lampung – Kinerja sektor pertanian  Lampung kembali menunjukkan perkembangan positif. Pada Mei 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung tercatat sebesar 128,01, meningkat 3,29 persen dibandingkan April 2026 yang berada pada level 123,93.

Peningkatan NTP tersebut menjadi indikator membaiknya kemampuan daya tukar petani terhadap barang dan jasa yang mereka konsumsi maupun yang digunakan dalam proses produksi pertanian. Dengan kata lain, pendapatan yang diterima petani tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan bahwa rilis resmi BPS Provinsi Lampung pada tanggal 2/6/2026 mengumumkan kenaikan NTP Lampung pada Mei 2026 ditopang oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pertanian strategis yang memberikan tambahan pendapatan bagi petani. Di sisi lain, kenaikan biaya yang harus dibayar petani masih berada pada tingkat yang relatif terkendali.

"Secara rinci, indeks harga yang diterima petani (It) pada Mei 2026 meningkat sebesar 4,35 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya naik 1,02 persen. Kondisi tersebut mendorong perbaikan nilai tukar petani secara signifikan," kata Ganjar Jationo, Kamis (5/6/2026). Komoditas hortikultura menjadi motor utama peningkatan NTP pada periode ini dengan Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) yang melonjak 17,58 persen menjadi 137,67. Kenaikan harga komoditas seperti tomat, cabai merah, dan sawi hijau memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan petani di berbagai daerah sentra produksi di Lampung serta menunjukkan tingginya permintaan pasar. Selain itu, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,95 persen, yang turut memperkuat kinerja sektor pertanian Lampung secara keseluruhan.

Ganjar Jationo juga menambahkan untuk subsektor perikanan mengalami koreksi dengan penurunan NTP sebesar 1,69 persen. Meski demikian, secara umum kinerja sektor pertanian Lampung masih menunjukkan tren yang kuat dan menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. Capaian NTP yang terus berada di atas angka 100 menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian Lampung tetap tumbuh dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat, khususnya para petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program peningkatan produktivitas, penguatan akses pasar, pengendalian inflasi pangan, serta dukungan terhadap sarana dan prasarana produksi pertanian. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha pertanian di seluruh wilayah Lampung. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).