Kapolda Lampung Ajak Wartawan Diskusi Pariwisata
Brigjen Pol Ike Edwin hampir setiap pekan mengajak para wartawan yang biasa bertugas di Polda Lampung untuk ngopi bareng sambil berdiskusi tentang berbagai persoalan. Terutama yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Namun, sedikit berbeda pada pertemuan yang berlangsung pada Jumat (2/9) sore. Pertemuan di ruang kerja Kapolda itu tidak hanya berlangsung santai, tetapi tema yang dibahas pun jauh dari "tugas" utama kepolisian. Yaitu, soal pariwisata Lampung.
"Saya mengundang kalian ke sini untuk diskusi masalah pariwisata di Lampung, karena kalian bekerja di lapangan, datang dan bertemu dengan nara sumber serta masyarakat," kata Dang Ike panggilan akrab Kapolda Lampung, mengawali pembicaraannya.
Menurut Dang Ike, Provinsi Lampung kaya tempat pariwisata dan tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Bahkan, daerah ini memiliki Krakatau yang memiliki sejarah dengan letusannya terkenal di dunia.
"Jika di puncak Gunung Anak Krakatau (GAK) kita bisa disuguhkan pemandangan alam yang memukau dan indah," jelasnya.
Selain GAK, di Provinsi Lampung juga banyak pantai dan kepulauan yang tidak kalah indah dibandingkan dengan di Raja Ampat yang begitu terkenal, misalnya. Lihat saja pulau-pulau yang berjejer di Teluk Kiluan. Jika bisa dikelola dengan baik, Kapolda optimistis akan menarik banyak wisatawan, termasuk dari luar negeri, yang berkunjung dan berlibur di Lampung.
Peluang itu terbuka dengan asalan antara lain Lampung lebih dekat dengan Pulau Jawa --dibandingkan dengan ke Raja Ampat. Jika melalui darat, dia menerangkan, wisatawan bisa singgah di kawasan wisata yang ada di Lampung Selatan, lalu ke Bandarlampng, kemudian ke Pesawaran. "Tiga daerah tersebut cukup dekat didatangi wisatawan lokal dari Jakarta," katanya.
Dang Ike menilai, sektor pariwisata berpotensi memajukan daerah, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sebagai ilustrasi, jika Lampung bisa menarik wisatawan dari Jakarta, misalkan 10 persen dari jumlah penduduknya yang sekitar 10 juta, akan membawa dampak yang luar biasa.
"Bila satu orang membawa uang Rp500 ribu, dalam sepekan berarti ada pemasukan bagi Lampung sekitar Rp 500 juta (dari 10 persen penduduk Jakarta). Dalam sebulan berarti Rp2 miliar atau lebih dari Rp2 triliun per tahun," Kapolda berilustrasi.
Dengan masuknya uang sejumlah itu, menurut Dang Ike, tidak hanya pemasukan daerah yang bertambah, tetapi peluang kerja bagi masyarakat juga terbuka. "Berarti penghasilkan masyarakat akan meningkat," katanya.
"Pertanyaannya, mengapa hal-hal yang menguntungkan tersebut belum bisa diwujudkan," tanya Dang Ike.
Wisatawan yang akan datang sudah pasti ingin aman saat menikmati liburan di Lampung. Begitu juga para pemilik lokasi pariwisata atau investor. "Jika itu masalahnya, sebagai polisi siap mengawal dan menjamin keamanan wisatawan dan para investor tersebut, karena itu merupakan tugas dan kewajiban kami," tegasnya.
Pertanyaannya, mengapa bisnis pariwisata tersebut belum berkembang sesuai harapan? Baik wisata di Lampung Selatan, Pesawaran serta Tanggamus, juga di Kota Bandar Lampung? "Pertanyaan saya, ada apa, mengapa dan bagaimana itu bisa diwujudkan?" tanya Kapolda kepada wartawan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, beberapa wartawan memberikan jawaban yang intinya menyebutkan beberapa persoalan yang dinilai menjadi penghambat bagi perkembangan pariwisata di Lampung.
Di antara persoalan yang membuat wisata di daerah ini belum berkembang maksimal, antara lain, masalah transportasi dan akses menuju lokasi pariwisata yang susah dicapai, banyaknya permintaan oknum terkait dengan pengadaan tempat dan buah tangan secara gratis sehingga pihak swasta merugi akhirnya bangkrut.
Lalu, kurangnya perhatian dan kepedulian dari pemerintah daerah khususnya dari Dinas Pariwisata, perusakan hutan bakau dan terumbu karang oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab, serta dampak limbah usaha tambak udang yang dinilai bisa merusak ekosistem biota laut dan cagar alam berikut satwa yang ada di dalamnya.
Pada akhir dialog, Dang Ike mengungkapkan, meskipun tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh daerah Lampung, namun sebagai putra daerah, dia akan terus berupaya membuat Lampung maju dan masyarakatnya sejahtera.
"Selain saya seorang Kapolda, saya adalah putra Lampung, sebab itu saya mengajak semua pihak terkait untuk berupaya mewujudkan Pariwisata di Lampung, agar investasi bisa masuk, dan masyarakat bisa sejahtera," ungkapnya.(HD)