Juni Pemprov Kucurkan Rp 12 M Untuk 100 Desa

Lampung Terkini
11/05/2016 07:00:00
630
Juni Pemprov Kucurkan Rp 12 M Untuk 100 Desa

Upaya Pemprov Lampung mengentaskan desa miskin terus digulirkan melalui program gerban desa saburai.  Pertengahan tahun program Gerakan Membangun (Gerbang) Desa Saburai yang diinisiasi oleh Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo akan segera diluncurkan pada bulan Juni mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan desa (BPMPD) Provinsi Lampung, Yudha Setiawan usai melakukan rapat kordinasi dalam rangka pelaksanaa percepatan program daerah pembangunan Provinsi Lampung, Selasa (10/5).

“Ya karena untuk saat ini program tersebut sedang dalam tahap proses (on progres). Pasalnya, para pendamping saat ini telah turun kedesa untuk melakukan musyawarah,” kata Yudha.

Yudha mengatakan sebenarnya target peluncuran program gerbang desa saburai tahun ini dibulan April, tapi belum realisisasi. Karena ada masalah kendala teknis.“Apalagi pendamping sedang melakukan penyusun perencanaan. Karena tim yang turun akan melakukan musyawarah  bersama tim pendamping untuk  melihat kebutuhann desanya. Dan sehingga nanti kucuran anggaran tersebut dapat terarah,” harap Yudha.
Yudha memperkirakan proposal anggaran dana desa,  Minggu 2 atau 3 telah masuk ke BPMPD. Dan seterusnya pihaknya melakukan evaluasi proposal.
“Jadi awal Juni pencairan 40 persen tahap pertama sudah cair ke 100 desa yang ada di Lampung. Dan sisanya menyusul,” imbuhnya. Kendati demikian, ia tetap optimis akhir Mei bisa cair. “Kita akan berjuang Mei akhir udah bisa cair,” ucap dia.

Pihaknya juga meminta bantuan pengawasan penggunaan dana bantuan untuk desa ini dari media massa agar dapat memberikan masukan supaya berjalan dengan baik. “Nah sekarang mereka (pendamping ) sudah mulai melakukan pembuatan proposal perencanaan pemanfaatan gerbang desa ini. Nanti temen temen media juga bisa memantau pelaksanaan gerbangdesa didaerah. Jangan sampai program dari pak gubernur untuk memberikan pemberdayaan dan mengentaskan desa miskin ini pemanfaatannya tidak tepat,” imbuhnya (TN)