Gubernur Mirza Tinjau Sentra Padi Way Kanan: Targetkan 2.000 Desa Mandiri Pupuk dan Pastikan Hasil Tani Masuk Program MBG
Way Kanan ---- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan kerja ke Kampung Suka Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Jumat (19/12/25). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung lokasi fasilitas Pupuk Organik Cair (POC) dan berdialog dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan posisi strategis Kecamatan Buay Bahuga sebagai lumbung pangan daerah. Ia mengapresiasi stabilitas harga gabah dan ketersediaan pupuk di tahun 2025 ini, namun menekankan perlunya inovasi untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Desa Suka Agung di Kecamatan Buay Bahuga yang merupakan sentra padi, kata Gubernur, akan menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembangkan komoditas pertanian melalui fasilitas Pupuk Organik Cair.
Gubernur Mirza menjelaskan bahwa fasilitas POC yang diberikan, dirancang agar petani dapat memproduksi pupuk secara mandiri melalui Gapoktan. Saat ini, fasilitas tersebut telah terpasang di 500 desa dan ditargetkan menjangkau 2.000 desa di seluruh Lampung pada tahun 2026.
Gubernur juga menjelaskan bahwa POC akan diproduksi oleh Gapoktan secara mandiri dan masyarakat dipersilakan mengambil secara gratis. Ia menambahkan bahwa dengan aplikasi rutin, produksi diproyeksikan naik 15 hingga 20 persen, dimana jika rata-rata panen 6 ton dapat meningkat menjadi 7 ton, sehingga memberikan peningkatan nilai ekonomi yang signifikan bagi petani.
Selain untuk padi, Gubernur mendorong pemanfaatan POC untuk tanaman hortikultura seperti cabai dan sayuran di pekarangan rumah tangga guna menjaga ketahanan pangan keluarga dan antisipasi fluktuasi harga.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza memberikan instruksi khusus kepada Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, untuk menyinergikan hasil pertanian lokal dengan program nasional. Ia meminta agar hasil panen petani Way Kanan menjadi suplai utama bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ibu Bupati, tolong pastikan beras, cabai, dan sayuran hasil tanam ibu-ibu KWT dan petani kita bisa diterima dan diserap oleh program MBG," ujar Gubernur.(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).