Gubernur Gelar Pertemuan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo melakukan pertemuan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi membahas berbagai potensi unggulan di Provinsi Lampung.
"Gubernur dan BPPT di Jakarta membahas tiga agenda utama di antaranya terkait perkembangan status teknolopolitan di Lampung, bio etanol dan beras sehatku produksi tecknopark Lampung Tengah," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung Bayana di Bandarlampung, Jumat.
Terkait kawasan teknopolitan di Lampung, Bayana menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkeinginan membangun kawasan industri-Lampung Industrial Technopark (LITP) dan telah berkoordinasi dengan BPPT. Bahkan di tataran teknis pun telah dibentuk tim percepatan pengembangan kawasan teknopolitan Provinsi Lampung.
Menurutnya, kawasan teknopolitan ini nantinya akan menekankan pada pembangunan berbasis teknologi untuk mendorong dan mempercepat perekonomian di Provinsi Lampung.
"Tentunya rencana ini harus didukung dengan sarana dan prasarana bagi berkembangnya kegiatan iptek, kegiatan produktif, dan gerakan masyarakat untuk berkolaborasi membangun daerah dengan memanfaatakan potensi unggulan yang dimiliki," kata Bayana mengutip pernyataan Gubernur.
Bayana menjelaskan bahwa untuk pembangunan kawasan teknopolitan ini Gubernur Lampung berharap bahwa pelaku industri nantinya adalah masyarakat Lampung dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Gubernur berharap masyarakat Lampung dapat menjadi inti dari berbagai kegiatan industri dikawasan ini nantinya bukan menjadi penonton dan tersingkirkan, sehingga kawasan ini bermanfaat untuk membangun masyarakat serta membangun sosial budayanya," terangnya.
Terkait bio etanol Lampung, Bayana menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan lebih serius lagi dalam menggali potensi yang ada sebagai salah satu alternatif energi terbarukan. Hal ini sebagaimana komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjadikan Lampung sebagai daerah lumbung energi.
"Hal ini masih terus kami upayakan bersama sebagaimana komitmen kuat dari Gubernur Lampung untuk menjadikan Lampung mandiri energi bahkan diharapkan bisa menyuplai energi ke daerah lain," ujarnya.
Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Provinsi Lampung Mulyadi Irsan mengatakan bahwa terkait rencana program beras sehatku produksi Lampung Tengah, Pemerintah Provinsi Lampung memiliki kebijakan untuk membudayakan "One Day No Rice" untuk masyarakat sehat bisa mengganti beras padi dengan beras sehatku dan beras siger produksi technopark Lampung Tengah.
Hasil pertemuan tersebut akan segera ditindaklanjuti kepada jajaran satuan kerja perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
"Tentunya sebagaimana harapan Pak Gubernur untuk bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas menuju Lampung maju dan sejahtera," tambahnya. (*)