Gubernur Beri Sambutan Pada Kuliah Umum Panglima TNI di Lampung
Ridho mengawali sambutan dengan menyatakan bahwa Unila semakin tumbuh, sebagai Universitas terbesar di Lampung dan Mahasiswa terbanyak serta perlahan mulai menjadi Universitas terbaik di Sumatera maka dengan kapasitas Unila saat ini sudah saatnya ditingkatkan."Pemprov akan berikan tanah sekitar 150- 200 hektar untuk Unila, sekitar 3 kali luas Unila saat ini yang hanya sekitar 50 hektar. Ini penting karena kaum cendikia dan intelektual harus menjadi garda utama memncerdaskan provinsi Lampung kedepan." Ujar Ridho disambut gemuruh tepuk tangan 5000 Mahasiswa.
Pada kesempatan tersebut untuk terus mengembangkan Bumi Ruwa Jurai, Ridho secara langsung meminta kepada Panglima TNI agar Bandara Gatot Subroto di Way Kanan agar bisa menjadi Bandara Komersil. Hal tersebut berguna untuk menambah pintu kedatangan ke Provinsi Lampung yang akan mempengaruhi peningkatan kunjungan wisata dan investasi.Gubernur juga menjabarkan bahwa Lampung memiliki Keunggulan strategis komparatif yang terus dipacu dan dimaksimalkan menjadi keunggulan kompetitif. Namun Keunggulan strategis, Kata Ridho, juga memiliki tantangan keamanan yang lebih kompleks.
"Untuk itu kami memohon dukungan dari keamanan dari Panglima terutama di tiga bukaan laut yang dimiliki Lampung, di Barat, Timur dan Selatan. Tidak mungkin pembangun bisa terlaksana tanpa rasa aman dan situasi yang kondusif." Terangnya.Pada gilirannya, Panglima TNI memberikan kuliah umumnya kepada 5000 mahasiswa perwakilan berbagai Universitas yang ada di Lampung, serta kepada tokoh agama dan masyarakat, serta lingkungan pemerintahan Provinsi Lampung.
Ia membahas mengenai teori pertumbuhan manusia, kebutuhan energi, dan pangan di dunia. Dimana menurutnya pada tahun-tahun selanjutnya negara-negara subur disekitar ekuator yang akan menjadi sasaran dari berbagai negara, setelah cadangan energi terutama di Timur Tengah habis. Untuk itu harus ada kewaspadaan bagi Indonesia terutama generasi penerus.Pada Kuliah umum Panglima Gatot juga melemparkan sesi tanya jawab kepada mahasiswa. Acara dihadiri 5000 ribuan mahasiswa, Forkopimda Lampung, Kepala daerah Kab/Kota, akademisi, tokoh masyarakat dan adat, veteran, serta lingkungan TNI Lampung. (RA)