Post

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dorong para Bupati dan Walikota untuk menerapkan budaya menabung kepada masyarakat dimasing-masing wilayah.

Hal ini juga dimaksudkan sebagai implementasi dari Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045.2/2566/04/2019 Tanggal 6 September 2019 Tentang Hari Indonesia Menabung Provinsi Lampung.

"Sebagai upaya untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini dan dalam rangka memperluas akses keuangan di daerah, maka Pemerintah Provinsi Lampung mendukung dan melaksanakan pencanangan Setiap Hari Rabu Minggu Pertama Sebagai Hari Indonesia Menabung Provinsi Lampung," ujar Gubernur Arinal saat acara Pencanangan Hari Indonesia Menabung Provinsi Lampung Tahun 2019, di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (29/10/2019).

Arinal mengatakan Pencanangan Hari Indonesia Menabung Provinsi Lampung ini dalam Rangka menindak lanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2016 Tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Selain itu, Keputusan Presiden (Kepres) Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Hari Indonesia Menabung, dimana Hari Indonesia Menabung sendiri ditetapkan pada tanggal 20 Agustus 2019.

Untuk implementasi diseluruh Kabupaten/Kota, Arinal meminta agar budaya menabung dapat diterapkan pada seluruh lapisan masyarakat dari mulai kelompok Pelajar, Mahasiswa/Pemuda, Guru/Dosen, Ibu Rumah Tangga, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kelompok Tani, Kelompok Nelayan dan tokoh masyarakat lainnya.

"Terutama untuk kelompok tani karena ada kepastian apabila kelompok tani mampu menabung pasti pada masa yang akan datang merupakan wujud ketersediaan benih, pupuk dan memudahkan untuk mendapatkan kredit usaha rakyat yang dijamin oleh Gubernur Lampung," katanya.

Pada kesempatan itu, Arinal menekankan beberapa hal kepada para Direksi, Pimpinan Wilayah, Area Manager, Pimpinan Cabang Lembaga Jasa Keuangan di Provinsi Lampung.

Disebutkan Arinal yakni untuk menetapkan produk Lembaga Jasa Keuangan sebagai Instrumen menabung bagi masyarakat di Provinsi Lampung, antara lain Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB), produk tabungan perbankan dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya.

Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan instansi/lembaga terkait untuk dapat mendorong masyarakat lebih meningkatkan budaya menabung.

"Khusus untuk Simpanan Pelajar, agar menunjuk bagian/pegawai di bawah pimpinan Saudara untuk menjadi Person In Charge (PIC) yang akan mendatangi sekolah-sekolah peserta SimPel iB pada Hari Menabung untuk mempermudah akses menabung bagi para pelajar di Provinsi Lampung," ujarnya.

Masih kata Arinal, untuk pula melakukan promosi/mensosialisasikan gerakan menabung secara massive dengan menggunakan media sosial dan media elektronik dan jalur-jalur promosi lainya untuk suksesnya inklusi keuangan Provinsi Lampung.

Melalui kesempatan itu, Arinal berharap dapat mengembangkan budaya menabung dan investasi, mendorong peningkatan akses keuangan masyarakat dan dapat memperkenalkan ragam produk dan jasa keuangan sebagai sarana untuk melakukan aktivitas menabung.

"Kegiatan ini juga sebagai langkah untuk mendorong investasi di lembaga jasa keuangan formal serta meningkatkan likuiditas tabungan di daerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan di wilayah Provinsi Lampung," katanya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Indra Krisna mengatakan bahwa tujuan dari Hari Indonesia Menabung khususnya di Provinsi Lampung yakni guna mengembangkan budaya menabung dan investasi, serta mendorong peningkatan akses keuangan kepada masyarakat di Provinsi Lampung.

Selain itu, untuk memperkenalkan ragam produk dan jasa keuangan sebagai sarana untuk melakukan aktivitas menabung dan investasi di lembaga keuangan formal.

"Kegiatan ini juga untuk meningkatkan Iikuiditas tabungan didaerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan diwilayah Provinsi Lampung," ujar Indra.

Indra menuturkan kegiatan Pencanangan Hari Indonesia Menabung Provinsi Lampung Tahun 2019 ini diikuti oleh 67 stand terdiri dari diantaranya perbankan, pegadaian, perusahaan efek, perusahaan asuransi dan fintech.

"Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan yang diperingati setiap bulan Oktober, sejalan dengan tujuan pencanangan Hari Indonesia Menabung Provinsi Lampung. Yakni melalui Bulan Inklusi Keuangan ini diharapkan semakin banyak masyarakat Provinsi Lampung yang lebih paham dengan produk-produk lembaga jasa keuangan sehingga tertarik untuk memulai menata keuangan masing-masing serta bijak dalam menggunakan produk dan jasa keuangan," katanya.

Indra menyebutkan sesuai data rekapitulasi dari lembaga jasa keuangan se- Provinsi Lampung terdapat sebanyak 162.999 pembukaan rekening baru dengan total sebesar Rp. 342,4 Miliar sejak ditetapkannya Hari Indonesia Menabung.

"Terhitung sejak tanggal 20 Agustus 2019 dimulainya Hari Indonesia Menabung hingga 20 Oktober 2019 terdiri dari rekening tabungan bank formal dan pasar modal," ucapnya.

Pencanangan Hari Indonesia Menabung Provinsi Lampung Tahun 2019 ini ditandai dengan penabuhan Gamolan Pekhing oleh Gubernur Arinal bersama OJK Provinsi Lampung, Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Forkopimda dan lainnya dilanjutkan pembukaan rekening secara simbolis oleh pelajar, ibu rumah tangga dan masyarakat lainnya.

Pada kegiatan itu, dilakukan penandatanganan MoU antara pihak perbankan dengan sejumlah sekolah.