Rakor Program Keluarga Harapan

Image
15 April 2017

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program tunai bersyarat dengan sasarannya adalah keluarga miskin dengan kriteria penerima manfaat yakni keluarga tersebut istrinya masih hamil/menyusui/mempunyai anak balita/ànak prasekolah/anak sekolah atau adanya anggota keluarga yang masih usia selolah namun tidak melanjutkan stkolah atau drop aud.

Program ini secara nasional sudah dilaksanakan sejak tahun 2007; namun di Provinsi Lampung baru berjalan pada tahun 2011.

Adapun tujuan khusus PKH untuk meningkatkan konsumsi, keluarga penerima manfaat (KPM), utamanya ibu-ibu dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anak dalam bidang kesehatan dan kesehatan. Demikian kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni dalam acara Rakor PKH Provinsi Lampung, Kamis 13 April 2017 di Hotel Grand Praba, Bandar Lampung.

Pada tahun 2016 PKH sudah menyentuh di 15 Kabuaten/Kota, 227 Kecamatan dan 2.923 Desa/Kelurahan. Adapun jumlah KPM sebanyak 220.561 Keluarga. Dana yang telah disalurkan dari tahun 2011 sampai dengan tahap ke 4 di tahun 2016 sebesar Rp. 948.250.479.650. "Dengan Rakor ini saya harapkan terciptanya persepsi yang sama atas prinsip-prinsip dasar dan strategi dalam pelaksanaan PKH pada tahun 2017 mengingat tahun depan penyalurannya non tunai yakni melalui e-warong yang pada tahun 2017 ini baru diuji coba di Kota Bandar Lampung" harap mantan Kadis Kominfo Provinsi Lampung.

Sementara itu Kepala Seksi Pemberdayaan Keluarga Dinsos Lampung Harbet Sirait dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah Pendamping sebanyak 898 orang; Operator Kabupaten/Kota sebanyak 70 orang; 15 orang Korkab/Kota dan 4 operator Provinsi. Rakor ini diikuti oleh Korwil I dan Korwil II, para Korkab/Kota se Provinsi Lampung serta para pendamping PKH di Kota Bandar Lampung. Adapun narasumber dari Dinsos Lampung dan Kanwil BRI Bandar Lampung, ungkapnya (Ppid-Dinsos).