Program Keluarga Harapan ( PKH ) Dinsos Lampung

Image
16 Mei 2017

Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Lampung berlangsung sejak tahun 2011. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) khususnya dalam hal biaya pendidikan dan kesehatan. Disamping itu dapat memutus mata-rantai kemiskinan antar generasi.

Jumlah KPM pada tahun 2017 ini ditambah jumlah sasarannya sebanyak 161.629 KPM sehingga jumlah KPM seluruh Lampung sebanyak 382.190 Keluarga. Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Lampung Zuprianto pada selasa 16/5/2017 diruang kerjanya.

Selanjutnya Zuprianto menginformasikan bahwa sebagai upaya penguatan kesejahteraan KPM disamping mendapatkan bantuan uang tunai untuk mengurangi pengeluaran biaya pendidikan dan kesehatan juga secara kelompok yakni 10 KPM dapat membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE-PKH). Sebagai salah satu contohnya pada tahun 2016 di Bandar Lampung terbentuk 25 KUBE. Yang terdiri dari 15 KUBE PKH dan 10 KUBE BDT.
Masing masing KUBE mendapatkan stimulan debagai modal usaha sebesar 20 juta. Adapun jenis usahanya antara lain dibidang pijat urut dan sauna, counter pulsa, ternak sapi, gorengan, kerajinan koran bekas (2 kelompk), susu kedelai, tas belanja, aneka sulam, dan warung kelontong, serta pempek2 katanya.

Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Perkotaan; Yulya Elva menjelaskan bahwa melalui kelompok, setiap keluarga miskin dapat saling berbagi pengalaman, saling berkomunikasi, saling mengenal, dapat menyelesaikan berbagai masalah dan kebutuhan yang dirasakan. Dengan sistem KUBE-PKH dan KUBE BDT kegiatan usaha yang tadinya dilakukan secara sendiri-sendiri kemudian dikembangkan dalam kelompok, sehingga setiap anggota dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan usaha ekonomi produktif, usaha kesejahteraan sosial serta kemampuan berorganisasi, jelasnya.

Eva juga mengatakan bahwa melalui KUBE-PKH mampu mempercepat bertambahnya penghasilan dari anggotanya. "dengan melalui KUBE alhamdulilah setiap bulannya anggota kelompok mendapatkan tambahan antara Rp.200 s/d Rp.300 ribu" demikian kata ibu Tuti sebagai Koordinator pendamping kelompok saat diwawancarai oleh tim Moneva dari Dinsos Lampung beberapa hari yang lalu. Demikian juga ibu Ngatinah anggota KUBE "Wanita Mandiri" mengatakan dengan KUBE ini saya mendapatkan tambahan penghasilan, pengetahuan dan ketrampilan. Disamping itu juga kami semakin akrap antar anggota kelompok" ungkapnya.

Berdasarkan monitoring yang dilakukan menurut Eva dapat disimpulkan bahwa pendapatan masing masing anggota KUBE pada setiap bulannya sekitar Rp 250 ribu demikian Eva mengakhiri pembicaraannya. (Ppid-dinsos).