Penampilan Disabilitas Rungu Wicara Membanggakan

Image
15 April 2017

Penjangkauan/autrach Penyandang Rungu Wicara bekerjasama dengan PSBRW Melati Kemensos RI hari ini (14/04/2017) ditutup. Dengan bangga sebanyak 30 peserta diakhir acara menampilkan Tari Kreasi mereka.

Suasana hari bercampur bangga terpancar di raut wajah para orang tua penyandang disabilitas rungu wicara yang menyaksikan anak-anaknya dengan percayaan diri berani tampil di depan umum.
"Saya terharu dan bangga melihat anak saya yang bernama Yona dengan percaya diri berani tampil dimuka umum" kata orang tua Yona dari Tanjung Seneng Bandar Lampung.

"Semalam Yona mengirim SMS agar saya hadir dalam acara penutupan autrech, pikiran saya ya biasa-biasa saja. Namun detelah dengan mata-kepala sendiri saya menyaksikan kepercayaan diri Yona saya menjadi bangga dan yakin Yona dapat mandiri" katanya sambil matanya berkaca-kaca menahan air mata.

Lain lagi dengan Ibu si kembar (Rika dan Rike) dimana keduanya penyandang disabilitas rungu/wicara dari Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
" dari tadi saya cuma diam dengan air mata yang tidak berhenti karena ternyata si kembar anak saya bisa berkarya membuat sulaman yang begitu bagus, ditambah lagi baru saja kita saksikan dia tidak canggung-canggung tampil di depan para bejabat" katanya.

Kepala Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) Melati, Jakarta; Pujianto mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada Gubernur Lampung melalui Kepala Dinsos Propinsi Lampung dan juga Ketua SLB-PKK yang telah mendukung dengan sepenuh hati pelaksanaan kegiatan autrech bagi disabilitas rungu/wicara ini; sehingga hasilnya sangat memuaskan; kegiatan serupa semoga dapat kita programkan kembali ditahun mendatang. Katanya.

Pujianto berpesan kepada semua pihak baik Dinsos Lampung, TKSK, PSM agar dapat menyempatkan waktu dan perhatiannya untuk membimbing para peserta autrech ini sehingga dapat hidup secara mandiri.
Para peserta dalam waktu yang tidak terlalu lama akan menerima bantuan melalui cas transfer sebanyak Rp. 2.800.000,- yang akan digunakan sebagai modal usaha sebagaimana proposal yang telah diajukan oleh para peserta seperti menjahit, tambahan modal salon, conter pulsa, dll katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga nengingat hanya dalam waktu 4 hari para petugas autrech PSBRW Melati dapat meyakinkan peserta memiliki kepercayaan diri untuk berkarya sebagaimana masyarakat lainnya. Kepada orang tua saya berpesan "anak penyandang disabilitas bukanlah aib keluarga namun merupakan anugrah dari Tuhan, YME untuk lebih sabar menggali dan menumbuh-kwmbangkan potensi yang ada dalam diri penyandang disabilitas".

Kita sadari bahwa dibalik "kekurangan" pasti tersimpan "kelebihan". Katanya.
Mengakhiri pembicaraannya Sumarju Saeni mengatakan bahwa "Penyandang Disabilitas Bukankah Merupakan Hambatan Untuk Berkarya", inbuhnya. (Ppid-Dinsos).

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Post

KARS Nilai Gubernur…

20 November 2017
Post

Tampilkan Tarian Lampung,…

20 November 2017
Post

HUT ke-46 Korpri,…

20 November 2017
Post

Gubernur Ridho Raih…

19 November 2017

Kurs Dolar