Pemprov Lampung Genjot Magang Diperusahan Lokal Hingga ke Jepang

Image
05 April 2018

 Kabr gembira bagi masyarakat lampung yang saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Pemerintah Provinsi Lampung kembali membuka berbagai program magang kerja diperusahan lokal hingga ke luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung Sumiati Somad mengatakan bahwa ada tiga program magang kerja yang difasilitasi oleh Disnakertrans. Pertama yakni program magang kerja diperusahan lokal lampung yang minta oleh perusahan,kemudian magang yang diajukan oleh Disnakertras sendiri dan magang kerja ke Jepang yang bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja.

Untuk magang yang diminta perusahan,Disnakertrans bakal mencarikan sesuai kebutuhan yang diminta perusahan." Meski perusahan yang minta,Disnakertras tetap ada tim yang memantau keberadaan peserta magang ini. Bagaimana situasi tempat mereka bekerja hingga mereka selesai atau diangkat karyawan," katanya kemarin.

Selanjutnya untuk program magang melalui Disnakertrans sendiri tahun 2018 ini dibutuhkan sebanyak 260 orang. Penerimaan ini meningkat sejak tahun 2013 sebanyak 300 orang,2014 30 orang,2015 200 orang,2016 220 orang dan 2017 200 orang.
" Selama magang lima bulan tiap peserta dibantu biaya uang saku sebesar Rp 640.000. Itupun perusahan memberikan praktek selama 4 bulan dan teori 1 bulan," katanya.

Selama magang nantinya akan dicek peserta magang diperusahan tersebut. " Jadi tidak dilepas begitu saja,ada tim yang memantau peserta magang," terangnya.

Sedangkan untuk magang di Jepang,saat ini tinggal 69/peserta dari 282 orang pelamar. Dari 69 orang ini masih harus mengikuti tahapan seleksi selanjutnya sebelum dikirim ke Jepang.

Sumiati menuturkan bahwa tiap tahunnya terus beruapaya agar lebih banyak warga lampung magang di perusahan lokal atau luar daerah hingga ke luar negeri. ' Harapanya bagaimana agar masyarakat lampung itu banyak yang bekerja formal sehingga dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan mereka. Dengan begitu maka angka penganguran di lampung terus menurun,"pesannya.

 Sementara Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans Lampung,Anhar mengatakan bahwa tahapan test untuk megang di Jepang memang sangat banyak sehingga banyak peserta yang gugur.

" Gaji yang diberikan perusahan Jepang itu sangat besar sehingga kualifikasinya pun harus bagus. Peserta harus lolos test berkas,kemudian test Aljabar. Nah ditest aljabar ini lansung gugur sengah lebih,kemudian test Kesampataan tubuh
,Ketahanan fisik karna memang iklim di jepang berbeda dengan Infonesia jadi harus punya fisik yang bagus.selanjutnya wawancara dan test bahasa jepang,bila lolos maka dikirim ke Jepang," bebernya.

Ditambahkan Anhar,bagi masyarakat yang non lulusan SMK bisa ikut berpartisipasi jika berminat."Harus punya sertifikat latihan bidang mesin / induatri 160 jam pelajaran itu bisa ikut mendaftar,"katanya.

Setelah tiga tahun magang di Jepang,peserta diharuskan pulang. "Kalau rejekinya bagus maka diangkat karyawan oleh perusahan jepang,kalau tidak mereka bisa membuat usaha sendiri diindonesia dengan kemampuan yang sudah didapat. Pulang dari jepang mereka kan dapat uang saku dari perusahan juga jadi lumayan buat modal usaha," pungkasnya.(TK)

Bagikan