Pemprov Lampung dan 15 Kabupaten/Kota Setujui Subsidi Ongkos Transit Haji Setiap Jemaah Rp3,2 Juta

Image
11 April 2019

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan 15 Pemerintah Kab/kota se Provinsi Lampung sepakat memberikan subsidi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk Ongkos Transit Daerah (OTD) tahun 2019 sebesar Rp 3.253.992 per jemaah. Rinciannya, Pemprov Lampung memberi subsidi Rp.813.498 sementara Pemerintah Kabupaten/Kota sebesar Rp2. 440.494.

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat saat memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Ibadah Haji Provinsi Lampung Tahun 2019, di Gedung Pusiban, Kamis (11/4/2019).

Taufik mengatakan subsidi tersebut tidak diberikan dalam bentuk tunai namun dalam bentuk pelayanan transportasi pesawat dari Bandara Raden Intan II (Branti) – Soekarno Hatta (PP), biaya transportasi menggunakan bus AC dari Asrama Haji Rajabasa menuju Branti (PP), biaya transportasi mobil container (box) dengan rute Asrama Haji Rajabasa menuju Branti (PP), biaya operasional Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), kelengkapan sarana pendukung embarakasi haji antara. "Juga biaya lain yang menyangkut kepentingan jamaah haji," ujar Taufik.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang penetapan kuota haji tahun 1440 H/2019 M jumlah jemaah haji Provinsi Lampung tahun 2019 sebanyak 7.164 jamaah. Jumlah itu terdiri dari Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) 54 orang dan petugas kloter 90 orang.

Secara khusus, Taufik berpesan agar seluruh pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota memperhatikan Calon Jemaah Haji (CJH) yang telah berusia lanjut agar mereka dapat menjalankan rukun haji dengan sempurna.

“Kepada pemerintah daerah terutama bagian Kesra saya mohon untuk memastikan kondisi jamaah haji yang sudah sepuh, diperhatikan dengan benar siapa pendampingnya di sana nanti, dilihat siapa mahromnya sehingga ia ada pembimbing nanti disana,” ungkap Taufik.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Agama Lampung yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Agama M. Aris Rayusman mengatakan hingga saat ini CJH yang sudah melunasi BPIH sebanyak 6.134 CJH, dan masih ada 886 CJH yang belum melunasi biaya haji.

Menurutnya, nantinya seluruh jamaah termasuk TPHD harus melakukan perekamaan biometric di Tanah Air. “Hal ini merupakan salah satu syarat keluarkannya visa,” ujar Aris.

Transportasi CJH Lampung sendiri akan menggunakan dua maskapai yakni Garuda Indonesia dengan kapasitas 393 jamaah dan Arab Saudi Airlines dengan kapasisitas 410 jamaah.

Untuk memudahkan monitoring, pemerintah akan melakukan pembentukan kloter berbasis kecamatan. Dan untuk tempat tinggal di Mekkah satu wilayah satu embarkasi.

Bagikan