Peminat SMK Pertanian Lampung Meningkat

Image
08 Agustus 2017

Pamor Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Lampung, sempat menurun. Namun, dalam dua tahun terakhir, jumlah siswanya terus meningkat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Edi Yanto menyebutkan, pada 2015 jumlah siswa SMKPP hanya sekitar 58 orang per angkatan.

"Pada dua tahun terakhir, jumlah siswanya meningkat signifikan," kata Edi seraya menyebutkan, pada 2016 jumlah siswa SMKPP naik menjadi 90 orang dan tahun ini  naik lagi sampai 135 siswa.

Peningkatan jumlah siswa itu, kata Edi dalam siaran persnya, Sabtu (5/8), terjadi setelah lokasi sekolah dipindahkan dari Masgar, Kabupaten Pesawaran ke Hajimena, Lampung Selatan, pada 2015.

Bersamaan dengan itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Lampung juga menambah fasilitas belajar dan meningkatkan gaji guru. Bahkan, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran untuk SMKPP Lampung sebesar Rp5,3 miliar pada 2016 dan Rp5 miliar pada 2017.

Pemprov Lampung, merancang masterplan pengembangan SMKPP untuk lima tahun ke depan. "Jangan sampai minat anak-anak muda bertani menurun. Pemprov mendorong perbaikan mutu belajar di SMK ini karena prioritas pembangunan Lampung ada di sektor pertanian, indutri, dan pariwisata," katanya.

Kemajuan pertanian, jelasnya, tak lepas dari sumber daya manusia. Tingginya minat masuk SMK PP, merupakan bukti anak muda masihberminat masuk sektor pertanian. Karena itu, Pemprov Lampung melakukan pendekatan ke berbagai pihak termasuk Kementerian Pertanian agar memberi perhatian khusus terhadap SMK ini.

"Pemprov Lampung dan Kementerian Pertanian terus melengkapi sarana belajar seperti laboratorium pasca panen, kultur jaringan, lab bahasa, dan perpustakaan. Semua ini bertujuan agar anak-anak muda bangga jadi petani, karena seberapa besar pun target produksi pertanian tanpa didukung sumber daya manusia yang baik, tidak akan tercapai," jelasnya.

Lulusan SMK PP Lampung banyak diterima bekerja di perkebunan swasta baik didalam maupun luar Lampung. Sebagian berprofesi sebagai penyuluh.

Pemprov Lampung, Edi menambahkan, ingin mengembalikan pamor sekolah menengah pertanian atas (SPMA) yang pernah jaya di masa lalu.

Sementara Kepala SMK PP Lampung, Amrullah, pendaftar tahun 2017 mencapai 200 orang. Namun, kapasitas kelas yang diterima hanya 135 siswa. Untuk menampung tingginya minat tersebut, tahun depan kapasitas kelas ditambah dan dilengkapi asrama. (HD)