Pembahasan Progres Program AFOCO di Hutan Kemitraan Cempaka

Image
14 September 2018

Pusat Penelitan dan Pengembangan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaksanakan Pembahasan Progres dan Tindaklanjut Program Asian Forest Cooperation Organization (AFoCo) di Kemitraan Kehutanan Cempaka KPH Batutegi pada Selasa, 4 September 2018 di Ruang Rapat Utama Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Syaiful Bachri yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemanfaatan Hutan Wahyudi menyatakan terima kasih atas pelaksanaan program AFoCo di Lampung. Dengan harapan program ini dapat terus berjalan dan berkembang, sehingga pengelolaan sumber daya hutan yang dilakukan oleh kelompok kemitraan menjadi contoh dan terfasilitasi di tempat yang lain. Hutan lestari masyarakat sejahtera dengan tiga aspek ekologi, ekonomi dan sosial dapat terwujud dengan baik.

Program Facilitating The Participatory Planning of Community-Based Forest Management Using Geographic Information System (GIS) and Remote Sensing (RS) in Forest Reources Management atau Fasilitasi Perencanaan Partisipasi dalam Pengelolaan SumberDaya Hutan dengan menggunakan Teknologi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh merupakan bagian dari AFoCo Regional Project Componet 3, saat ini memasuki tahun ketiga sejak 2016 yang lalu, ungkap Kirsnanti L Ginoga, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan KLHK.

Terdapat tiga lokasi kegiatan ini di Indonesia, yaitu Hutan Desa/Nagari Paru Sijunjung, Sumatera Barat, Hutan Kemasyarakatan Tuar Tanna Sikka, Nusa Tenggara Barat dan Hutan Kemitraan Cempaka, KPH Batutegi, Lampung. Selain Indonesia program ini juga dilaksanakan di Philippines dan Thailand. Dalam pelaksanaannya telah dilakukan profiling area dan inventarisasi sumberdaya hutan, profiling social ekonomi masyarakat, penyusunan rencana pengelolaan dan tahunan, alih teknologi pembibitan, pembuatan persemaian dan pupuk organic, serta pengembangan mata pencaharian melalui penguatan kelembagaan kelompok dalam mendukung pengelolaan hutan berbasis masyarakat, dan alih teknolgi pengolahan karet untuk mendukung pengembangan agribisnis berbasis hutan, ungkap Dona Octavia.(TK)

Bagikan