Muhammadiyah Berperan Jadi Lokomotif Kedaulatan Pangan

Image
02 Mei 2018

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah menilai kondisi geografis Lampung amat ideal untuk menjadi lumbung padi nasional. Keberadaan Tol Laut juga menambah kemudahan distribusi hasil pertanian.

Ketua MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, Nasrizal Jalinus mengatakan Muhammadiyah yang selama ini fokus pada aktivitas pendidikan dan kesehatan, kini memperhatikan seluruh kalangan termasuk para petani.

Salah satunya, Muhammadiyah peduli terhadap kedaulatan pangan di Provinsi Lampung.

“Salah satu tugas Muhammadiyah di bidang kedaulatan pangan adalah menumbuhkan kader-kader petani maju yang pada gilirannya dapat menghimpun jamaah menjadi kelembagaan yang kuat,” ujarnya ketika Panen Raya Padi Organik, di Desa Rengas, Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (1/5).

Nasrizal berharap momentum panen padi organik tersebut mampu menumbuhkan sentra padi organik.

“Kita panen hari ini lebih dari 9 ton. Tentunya ini membantu pemerintah mengembangkan kelembagaan tani yang kuat termasuk lembaga keuangannya dan membangun jejaring untuk memudahkan pemasarannya. Ke depannya MPM Muhammadiyah mampu mendorong tumbuhnya pusat-pusat pelatihan ditingkat pedesaan dan pengembangan agrobisnis komoditi,” katanya.

Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir mengatakan Provinsi Lampung cocok terhadap tanaman padi terutama dalam menanam padi jenis organik. 

Muhamadiyah, katanya berperan menjadi lokomotif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui sektor pertanian. Soetrisno mengatakan meski memiliki potensi lahan yang subur, Indonesia kerap mengisi kebutuhan nasional dengan impor. Hal itu menunjukan masih banyak peluang yang belum termanfaatkan dengan baik.

Salah satu solusinya adalah dengan mendorong petani menanam padi organik. Jika dibandingkan dengan padi biasa, padi organik memiliki nilai tambah dan harganya yang jauh lebih mahal

Sementara itu, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Lampung, Taufik Hidayat mengatakan, Provinsi Lampung mendukung kedaulatan pangan nasional yaitu Pencapaian Sasaran Produksi Padi yang semakin meningkat pada tahun 2018.

Taufik juga menjelaskan Provinsi Lampung kini terus mendorong peningkatan produksi, mutu dan daya saing produk pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB Lampung Tahun 2017, ujar Taufik, berdasarkan BPS Lampung adalah sebesar 30,40 %.

Selain itu sektor pertanian masih merupakan lapangan pekerjaan utama bagi sebagian besar penduduk Lampung, yaitu 45,94 %.

“Dengan demikian, membangun dan mengembangkan pertanian tanaman pangan dan hortikultura merupakan sebuah keharusan bagi Provinsi Lampung,” katanya.

Bila dilihat dari indikator tingkat pendapatan melalui Nilai Tukar Petani (NTP), pembangunan sektor pertanian Provinsi Lampung Tahun 2017. Hal ini menunjukkan kinerja yang sangat baik, yaitu sebesar 107,35 % tertinggi di Sumatera dan keempat secara Nasional setelah Sumatera Barat, Jawa Barat dan NTB serta diatas NTP Nasional, yaitu 101,66 %.

“Kita patut bergembira bahwa kinerja pembangunan sektor pertanian khususnya padi di Provinsi Lampung beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan, bila dilihat dari sisi produksi,” ujarnya.

Taufik menyebutkan produksi padi Lampung, berdasarkan Angka Sementara (ASEM) 2017 sebesar 4.247.234 Ton GKG, meningkat dibandingkan dengan Tahun 2016 sebesar 4.020.420 Ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 5,64%. Provinsi Lampung menjadi nomor tiga di Sumatera dan nomor tujuh secara Nasional, dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 5,24%.

“Dalam meningkatkan sektor pertanian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan upaya perbaikan dibeberapa sektor pertanian diantarnya rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier di 14 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung,” katanya.

Selain rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, Pemprov Lampung juga memberikan bantuan pra tanam berupa traktor alat tanam (transplanter) Combine Harvester

Power Threser fasilitasi benih unggul bersertiflkasi, konservasi air di lahan kering dan pompanisasi.

Lalu, Pemprov Lampung juga melaksanakan program peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan jalan usaha tani tembakau di Kabupaten Lampung Selatan (1 km) dan pembangunan jalan usaha tani di kawasan perkebunan di Kabupaten Tanggamus (1 km), Lampung Utara (1 km), dan Way Kanan (1 km).

“Berbagai dukungan tersebut diharapkan dalam mempercepat pembangunan pertanian dalam rangka pemantapan ekonomi daerah untuk peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan,” ujarnya.

Taufik menekankan para petani khususnya di Desa Rengas di Kecamatan Bekri untuk secara terus menerus berupaya meningkatkan produksi padinya dan tanaman pangan lainnya.

“Potensi lahan yang ada agar dikelola secara optimal. Para petani juga harus dapat menjalin kerjasama dengan mitra usaha bidang pertanian. Dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar terus menerus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada petani, mengingat bahwa Pemerintah telah banyak memperhatikan para penyuluh dengan memberikan Biaya Operasional Penyuluh (BOP),” katanya.(HD)

Bagikan