Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Lampung Melakukan Moneva Pelaksanaan E-Warong

Image
16 Maret 2017

Dinsos Lampung, Kepala Bidang Peanganan Fakir Miskin Zupriyanto didampingi Kasi Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Zulya Elva (15/03/2017) melakukan monitoring dan evaluasi (Moneva) pelaksanaan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT( berbasis elektronik (e-warong) di Bandar Lampung.

Menurut Zupriyanto sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Kementerian Sosial Republik Indonesia melaksanakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yaitu bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada setiap bulannya melalui mekanisme akun Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di e-warong bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (BNI, BRI, BTN dan Mandiri)

Sehubungan hal tersebut Kementerian Sosial telah menetapkan Kota Bandar Lampung sebagai penerima BPNT sebanyak 49.711 KPM. Adapun daftar nama dan alamat lengkap KPM dapat diakses melalui Sistem Informasi Data Terpadu (SISKADASATU) dengan menggunakan username dan password yang telah dibagikan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota, ujarnya.

Ditambahkan oleh Eva apabila masih terdapat kekuarga yang layak menerima bantuan tetapi belum masuk dalam KPM-BPNT diharapkan kepada Walikota Bandar Lampung dapat mengalokasikan BPMT atau RASTRA melalui ABPD setempat. Hal tersebut sesuai dengan Surat Menteri Sosial RI Nomor 06/MS/C/01/2017 tanggal 31 Januari 2017 perihal Bantuan Pangan Non Tunai. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur, Walikota dan Bupati yang telah ditentukan.

Menurut Korwil PKH Lampung Wilayah I; Erpangi yang juga hadir dalam moneva mengatakan bahwa direncanakan tahun ini terbentuk 14 e-warong, seyogyanya akan dibangun sebanyak 55 e-warong. Sampai dengan pertengahan bulan Maret ini e-warong yang sudah berjalan secara lancar yakni di Gunung Sulah. Sedangkan 13 e-warong lainnya masih dalam proses jaringan EDC dari BRI Bandar Lampung. Adapun yang sudah terlayani sebanyak 1082 KPM. Ujarnya.

Masih menurut Erpangi adanya e -warong ini diharapkan akan memudahkan dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi KPM baik Rastra maupun PKH. Direncanakan jangkauan penumbuhan e-warong akan dipusatkan diwilayah Kecamatan atau bahkan Kelurahan. Dengan adanya e-warong diharapkan secara signifikan mampu menekan harga sehingga lebih kompetitif dibanding dg harga dipasaran. Kata Erpangi mengakhiri pembicaraannya. (Ppid-Dinsos).

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Post

Gubernur Ridho Kembali…

22 November 2017
Post

Ny. Yustin Ficardo…

22 November 2017
Post

Ny. Yustin Ficardo…

22 November 2017
Post

Penutupan Diklat PIM…

21 November 2017
Post

Deklarasi Insurance Day

21 November 2017

Kurs Dolar