Island Hopping Pahawang, Vitamin Sea Para Wisatawan

Image
24 Mei 2017

 

                                                                         Pulau Pahawang Kecil

Oleh : Tim Liputan www.traveloka.com

Island hopping adalah kata yang bermakna loncat dari satu pulau ke pulau lainnya, namun bukan dengan makna loncat sebenarnya. Istilah island hopping sering digunakan bagi mereka yang mengunjungi lebih dari satu pulau yang saling berdekatan. Tentu rasanya sangat menyenangkan jika bisa mengunjungi beberapa spot wisata yang berbeda di wilayah yang sejalur.

Di Indonesia, terdapat ribuan pulau yang bisa dikunjungi untuk island hopping. Salah satu yang mulai terkenal beberapa tahun belakangan ini adalah island hopping di Teluk Lampung. Cukup banyak pulau yang dapat Anda kunjungi di Teluk Lampung, seperti Kelagian Besar, Kelagian Kecil, Pahawang Besar, Pahawang Kecil, Tanjung Putus, Tegal, Maitem, Balak, Lok, dan Lunik.

Dari beberapa pulau tersebut, Pahawang dan Kelagian adalah pulau yang menjadi primadona bagi para wisatawan. Hal ini dikarenakan lokasi pulau tersebut yang tidak terlalu jauh dari dermaga.

Pada umumnya, pulau yang terdapat di Teluk Lampung cenderung memiliki pasir putih bersih, air laut yang jernih, dan banayk spotsnorkeling yang indah. Bisa dikatakan bahwa snorkeling di perairan Teluk Lampung merupakan aktivitas yang wajib dilakukan. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai biota laut yang sungguh memukau.

Jika Anda penasaran dan ingin menyaksikan sendiri betapa indahnya Teluk Lampung, datanglah ke Lampung. Anda dan wisatawan lainnya pasti ingin datang kembali jika sudah pernah menikmati keindahan yang ada di Teluk Lampung ini.

Pilihan transportasi menuju Bandar Lampung

  1. Transportasi udara

Transportasi udara adalah pilihan terbaik bagi Anda yang memiliki keterbatasan waktu atau tidak ingin terlalu lelah di perjalanan. Dari Bandara Internasional Radin Inten II, Anda dapat menggunakan taksi, Trans Lampung, atau jemputan yang sudah Anda pesan sebelumnya. Tarif Trans Lampung cukup murah, yaitu sebesar Rp20.000 untuk rute Bandara Radin Inten II–Kota Bandar Lampung.

  1. Transportasi darat

Beberapa transportasi darat yang bisa Anda gunakan menuju Lampung adalah menggunakan mobil pribadi, Damri, atau bus umum.

Dari Pulau Jawa, tarif penyeberangan Merak-Bakauheni untuk mobil golongan jenis minibus/sedan adalah sebesar Rp320.000, ditambah Rp13.000 untuk penumpang dewasa dan Rp7.500 untuk penumpang anak. Penyeberangan ini sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Sampai di Pelabuhan Bakauheni, Anda akan menempuh perjalanan selama 2 jam menuju Bandar Lampung.

Jika menggunakan angkutan umum dari Pulau Jawa, Anda harus menaiki bus dengan tujuan Merak, kemudian menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni. Sampai di pelabuhan, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan bus kelas Ekonomi AC tujuan Pelabuhan Bakauheni–Terminal Rajabasa (Kota Bandar Lampung) dengan tarif Rp25.000.

Jika enggan naik-turun bus, Anda dapat menggunakan Damri dengan tujuan langsung Jakarta–Bandar Lampung. Tarifnya pun disesuaikan dengan kelas yang dipilih, dari mulai Rp170.000 hingga Rp270.000.

Dari Bandar Lampung ke Pulau Pahawang

Untuk menuju ke Pulau Pahawang, Anda harus menuju ke Dermaga Ketapang yang berada di Teluk Lampung. Anda dapat menyewa mobil dengan biaya Rp250.000 hingga Rp300.000 per hari atau menggunakan angkutan umum dengan biaya yang relatif lebih murah untuk menuju dermaga. Rute yang bisa Anda lalui, antara lain: Bandarlampung–Lempasing–Mutun–Sukajaya Laut–Hanura–Ringgung–Dermaga Ketapang dengan waktu tempuh sekitar 1–2 jam.

Jalan menuju Dermaga Ketapang terbilang bebas macet. Ketika di perjalanan, sesekali Anda bisa melihat pemandangan Teluk Lampung yang indah. Sesampainya di dermaga, Anda tak akan melihat kapal besar bertengger karena dermaga ini merupakan pelabuhan nelayan. Anda bisa menemukan banyak kapal yang digunakan untuk mencari ikan dan kapal sewa.

 

Suasana Dermaga Ketapang

 

Untuk menuju ke Pulau Pahawang dan Kelagian, Anda perlu menyewa perahu motor dengan biaya sekitar Rp400.000 hingga Rp800.000 per hari. Selain menyewa perahu motor, Anda pun dapat menyewa peralatan snorkeling dan kamera underwater yang disediakan warga sekitar dermaga. Biaya penyewaan sebesar Rp50.000 untuk peralatan snorkeling dan Rp250.000 untuk kamera underwater.

Dari dermaga, Anda akan mulai merasakan semilir angin pantai dant melihat jernihnya air laut. Dari dermaga, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Pulau Pahawang Kecil.

Pulau Pahawang Kecil berhadapan langsung dengan Pulau Pahawang Besar.

Jika Pahawang Kecil terkenal dengan keindahan panorama alamnya, maka Pahawang Besar terkenal dengan spot snorkeling-nya. Sebelum menuju spot snorkeling di Pahawang Besar, biasanya Anda akan berkunjung ke Pulau Pahawang Kecil terlebih dulu. Untuk memasuki pulau ini tidak diperlukan tiket masuk, Anda hanya cukup mengeluarkan biaya untuk parkir perahu sebesar Rp20.000 per perahu.

Pulau Pahawang Kecil memiliki ciri yang sama seperti pulau di Teluk Lampung pada umumnya, yaitu memiliki air laut jernih dan pasir putih bersih. Adapun hal lain yang paling dikenal dari pulau ini adalah Pasir Timbul. Pasir Timbul ini juga dikenal sebagai Gusung Pasir atau Tanjung Putus (bukan Pulau Tanjung Putus). Jangan heran jika banyak orang menyebutnya dengan nama yang berbeda.

 

Pasir Timbul

 

Dahulu, Pasir Timbul bisa dikatakan sebagai jembatan alami, di mana pasir ini menghubungkan antara Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil. Ketika air sedang surut, Anda bisa menyeberang dari satu pulau ke pulau lainnya hanya dengan berjalan kaki. Namun, hal itu sudah tidak dapat dilakukan lagi karena sebagian perairan di dekat Pulau Pahawang Besar sudah menjadi perairan yang cukup dalam.

Pasir Timbul hanya dapat dilihat ketika air sedang surut dan akan kembali menghilang ketika air sedang pasang, biasanya air pasang ketika sudah melewati jam 1 siang. Tempat ini pun menjadi salah satu spot wajib untuk berfoto ketika Anda berkunjung ke pulau ini.

 

Pasir Timbul saat mulai pasang

Pulau Pahawang Kecil terbilang cukup sepi karena pulau ini tak berpenghuni. Di sini, hanya terdapat satu vila milik warga negara asing yang jarang dikunjungi oleh pemiliknya. Vila ini sering disebut sebagai Vila Mr. Joe, di mana tidak seorang pun diperkenankan untuk mendekat dan masuk ke vila itu.

 

Pantai dekat Vila Mr. Joe

 

Sebaiknya, Anda membawa persediaan makanan dan minuman yang cukup jika ingin berkunjung karena di pulau ini tidak terdapat penjaja makanan maupun minuman. Suasana di pulau ini pun sangat tenang, terlebih jika Anda mengunjunginya di hari kerja.

Suasana tenang di pulau ini, sangat cocok untuk melepas penat dan stres dari hiruk pikuk kehidupan. Anda hanya cukup duduk bersantai di pasir, menikmati semilir angin pantai, melihat jernihnya air laut, serta merasakan suara ombak yang memecah keheningan. Sungguh keindahan yang luar biasa.

Keindahan panorama Pulau Pahawang Kecil

Setelah puas menikmati indahnya Pulau Pahawang Kecil, kini, waktunya Anda menikmati keindahan bawah laut di perairan Pahawang Besar. Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit untuk menuju spot snorkeling Pahawang Besar dari Pahawang Kecil. Dari kejauhan, Anda dapat melihat sebuah pos yang berada di tengah laut. Pos tersebut berfungsi sebagai tempat parkir perahu. Di sini, Anda akan menikmati keindahan bawah laut Pahawang.

 

Snorkeling di perairan Pahawang Besar

Anda cukup membayar parkir perahu sebesar Rp20.000 per perahu, kemudian Anda bisa menikmati keindahan bawah laut di sini sepuasnya. Jika Anda khawatir karena tidak bisa berenang, Anda tetap bisa menikmati keindahan bawah laut Pahawang dengan menggunakan pelampung. Di sini, Anda akan menemukan banyak clown fish (ikan nemo) beserta anemone-nya yang sungguh menawan dan banyak ikan cantik lainnya.

            Clown fish beserta anemone-nya

Karena terdapat banyak clown fish, spot ini merupakan salah satu spot unggulan yang ada di Teluk Lampung. Anda pun akan menemukan beberapa tulisan yang berada di bawah laut, seperti ‘WISATA TAMAN NEMO LAMPUNG’, ‘PULAU PAHAWANG WISATAKU’, dan ‘WELCOME TO BUMI PAHAWANG’ untuk dijadikan tempat berfoto.

 Beberapa jenis ikan yang ada di perairan Pahawang Besar

Selain ikan-ikan cantik, di sini juga terdapat budidaya terumbu karang yang bisa Anda jumpai. Terdapat cukup banyak terumbu karang yang sedang dibudidayakan. Terumbu karang di sini pun beraneka warna. Ada beberapa terumbu karang yang berwarna biru, seolah terlihat menyala di kedalaman laut. Meskipun di perairan terdapat karang-karang mati, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi keindahan yang ada di perairan ini.

Jika Anda belum merasa puas, Anda pun bisa snorkeling di wilayah perairan Kelagian Besar dan Kelagian Kecil yang tak kalah cantik. Anda dapat menemukan clown fish dengan beberapa warna di Kelagian Kecil. Selebihnya, biota laut yang ada di perairan ini tidak jauh berbeda dengan Pahawang Besar.

Beberapa jenis ikan di perairan Kelagian Kecil 

Jika beruntung, Anda akan bertemu dengan pari berbintik biru dan penyu hijau di perairan ini. Meski sedang asyik sonrkeling, Anda harus tetap berhati-hati karena terdapat sarang ular laut di sebelah tenggara–selatan pulau. Jika sedang musimnya, Anda pun dapat menemukan ubur-ubur di sekitar perairan ini.

Seolah menjadi surga bagi para pecinta snorkeling, Teluk Lampung memiliki spot snorkeling menarik lainnya yang mungkin tak cukup Anda jelajahi dalam waktu satu hari. Beberapa spot snorkeling yang dapat Anda kunjungi, yaitu Cukuh Bedil, Tanjung Putus, Gosong Bekri, dan Gosong Pancong. Jika Anda sudah merasa cukup lelah, Anda pun dapat berisitirahat atau menginap di wilayah ini.

Akomodasi

Pada umumnya, pulau yang berada di Teluk Lampung adalah pulau yang tak berpenghuni, kecuali Pulau Pahawang Besar yang terletak di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Pulau ini belum menyediakan penginapan yang nyaman, namun terdapat cukup banyak homestay yang dapat Anda sewa dari warga sekitar atau pesan melalui situs pemesanan online seperti Traveloka. Jika musim liburan tiba, biasanya ada pula yang mendirikan tenda di Pulau Kelagian.

Kebudayaan di sini pun cukup heterogen karena Lampung merupakan daerah transmigrasi. Masyarakat asli pun bercampur dengan masyarakat dari berbagai daerah, seperti Bali, Jawa, Sunda, dan lainnya.

Jika telah beristirahat dan menginap, Anda pun dapat kembali melanjutkan island hopping Anda di Teluk Lampung atau kembali pulang. Jika memutuskan untuk pulang, maka Anda mungkin akan selalu terbayang dengan keindahan Lampung dan ingin kembali ke sini.

Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi Lampung, sebaiknya Anda menjadikan Lampung sebagai destinasi wisata liburan musim ini. Pastinya, Anda akan dibuat takjub dengan keindahannya yang begitu luar biasa. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan selama island hopping di Teluk Lampung, yaitu:

  • Menggunakan sunblock
  • Membawa dry pack untuk barang berharga atau peralatan elektonik
  • Membawa bekal makan dan persediaan minuman yang cukup
  • Membawa atau menyewa kamera underwater

Ayo, kunjungi Lampung! Menikmati keindahan alam raya ternyata tak perlu pergi terlalu jauh. Inilah Lampung, Lampungnya Indonesia. Bangga jadi orang Indonesia!

(Tim Liputan www.traveloka.com

Bagikan

Berita Terbaru

Post

KARS Nilai Gubernur…

20 November 2017
Post

Tampilkan Tarian Lampung,…

20 November 2017
Post

HUT ke-46 Korpri,…

20 November 2017
Post

Gubernur Ridho Raih…

19 November 2017

Kurs Dolar